Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Aksi Bela Palestina di Balikpapan, Massa Bagikan Petisi Tuntutan atas Pengakuan AS

Amir Sarifudin , Jurnalis-Minggu, 17 Desember 2017 |16:48 WIB
Aksi Bela Palestina di Balikpapan, Massa Bagikan Petisi Tuntutan atas Pengakuan AS
Aksi Bela Palestina. (Foto: Antara)
A
A
A

Tidak hanya berorasi, peserta aksi juga membagi-bagikan petisi kepada pengguna jalan yang melintasi Jalan Jenderal Ahmad Yani. "Petisi-petisi yang kami bagikan itu juga kami kirimkan ke berbagai pengurus pusat organisasi Islam sebagai tuntutan dan sikap kami di Balikpapan atas apa yang menimpa bangsa Palestina," lannjutnya.

Sementara Wakil Ketua GP Ansor Kota Balikpapan Topan menambahkan, Resolusi PBB Nomor 181 sebagai sumber utama konflik karena Palestina dipaksa mengakui dan menyerahkan 55 persen wilayahnya kepada Israel. Palestina cuma memiliki 35 persen wilayah dan Al Quds (Yerusalem) sebagai tanah suci bagi tiga agama yakni Islam, Nasrani, dan Yahudi menjadi pantauan dunia internasional.

"Indonesia secara konstitusi pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, bukan hak orang Islam saja, bukan hak penganut Kristen dan Yahudi juga. Ini yang perlu dipahami dan ditekankan," imbuhnya.

Ia juga menyoroti sulitnya umat Islam bersatu. "Kalau umat Islam seluruh dunia bersatu untuk melawan, tentunya Israel tidak akan semena-mena terhadap bangsa Palestina. Jadi kuncinya adalah kemerdekaan adalah hak segala bangsa yang tidak mengenal agama dan ras apa pun," tuturnya.

Aksi yang dikawal anggota Sabhara Polres Balikpapan ini juga menyoroti dilanggarnya Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2.334 tertanggal 23 Desember 2016 bahwa tidak diakui perubahan apa pun atas garis batas yang ditetapkan sebelum perang 1967.

"Resolusi Nomor 150 tanggal 27 November 1996 juga menyebutkan bahwa UNESCO menetapkan Kota Tua Yerusalem sebagai warisan dunia yang terancam punah dan pembangunan terowongan dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel adalah tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia," jelasnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement