Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Amelia Dyer, Perawat yang Menjelma Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin dan Eksekusi 300 Bayi

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Selasa, 19 Desember 2017 |08:02 WIB
Amelia Dyer, Perawat yang Menjelma Menjadi Pembunuh Berdarah Dingin dan Eksekusi 300 Bayi
Amerlia Dyer. (Foto: Pikabu/The Vintage News)
A
A
A

NAMA Amelia Dyer tercatat dalam sejarah sebagai seorang pembunuh berdarah dingin di era Victoria atau pada abad ke-19. Perempuan kelahiran Bristol, Inggris itu diketahui dengan keji mencabut nyawa orang-orang yang paling tidak berdaya yakni para bayi.

Amelia Dyer diketahui membunuh lebih dari 300 bayi selama musim panas 1896. Kasus pembunuhan ini sendiri baru tersebar ke telinga publik internasional pada 2013 lalu. Pihak berwenang Inggris saat itu menerbitkan catatan kriminal kriminal yang berlangsung selama berabad-abad.

Kasus Amelia Dyer diketahui menjadi salah satu tragedi yang paling mengerikan. Ia diketahui membunuh para korbannya demi uang. Sebelum melakukan pembunuhan berantai, Dyer membuka sebuah bisnis yang dikenal dengan nama Baby Farmer. Bisnis ini merupakan sejenis jasa penitipan bayi.

Hanya saja, bayi-bayi yang dititipkan merupkan bayi yang tak diinginkan oleh orangtuanya atau yang lahir dari seorang ibu tak bersuami. Sebagaimana dilansir The Vintage News, Selasa (19/12/2017), Dyer memasang iklan tentang bisinisnya di surat kabar lokal dengan memberikan penawaran yang menarik.

Ia menyebut bahwa jasanya akan senantiasa memberi fasilitas yang layak dan pakaian hangat bagi para bayi. Jasa Baby Farmer diketahui akan merawat bayi-bayi itu dalam waktu lama dan para orangtualah yang akan membayar biaya perawatan mereka. Kasus ini terungkap setelah seringnya ditemukan mayat bayi di Sungai Thames.

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menemukan Dyer sebagai pelakunya. Ketika petugas menggeledah tempat tinggalnya, mereka menemukan banyak bukti seperti surat kontrak dengan orangtua bayi, pakaian bayi serta iklan jasa miliknya di surat kabar. Selain itu, polisi juga mendapati bau busuk di rumah Dyer.

Bau busuk tersebut sangat terasa di bagian dapur dan kamar tidur. Di sanalah, polisi banyak menemukan jasad bayi yang belum dibuang. Setelah itu, petugas melanjutkan penelusuran ke sungai Thames. Berdasarkan catatan kepolisian, kematian 50 bayi yang ditemukan di Sungai Thames semuanya terkait dengan Dyer.

Perempuan keji itu diketahui memulai karir sebagai perawat pada 1860-an ketika usianya menginjak 20 tahunan sebelum beralih ke bisnis. Di masa itu, bisnis Baby Farmer terkenal menguntungkan dan secara umum diiklankan secara terbuka. Sebagian bayi yang beruntung dirawat dengan baik dan sebagian lainnya tewas dengan mengenaskan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement