KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menyatakan kekecewaannya terhadap Amerika Serikat yang memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Selain Malaysia, banyak negara mengeluarkan pernyataan serupa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Malaysia, Datin Nirvana Jalil Gani mengemukakan hal itu di Kuala Lumpur, Rabu (20/12/2017).
"Dukungan dari 14 anggota Dewan Keamanan PBB adalah adalah indikasi yang jelas bahwa masyarakat internasional sangat menentang pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel," ujar Datin Nirvana Jalil.
Rancangan resolusi itu didukung 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan seluruh anggota tetap DK PBB yakni Rusia, China, Inggris, Prancis, kecuali Amerika Serikat.
BACA JUGA: PM Israel Berterima Kasih Atas Veto AS Soal Resolusi Yerusalem
Nirvana mengatakan Malaysia menegaskan bahwa isu Yerusalem adalah inti dari penyebab masalah Palestina dan meminta semua negara anggota PBB untuk tidak mengakui upaya untuk mengubah karakter dan status dari Yerusalem tersebut.