Share

Veto Rancangan Resolusi Terkait Yerusalem, AS Langgar Tradisi PBB

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 20 Desember 2017 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 20 18 1833676 veto-rancangan-resolusi-terkait-yerusalem-as-langgar-tradisi-pbb-mXcDFpVTlW.jpg Dubes Mesir Ahmed Amr Ahmed Manned dan Dubes Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi. (Foto: Okezone/Wikanto Arungbudoyo)

JAKARTA - Tindakan Amerika Serikat (AS) untuk memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Yerusalem menuai kritikan. Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Manned, menilai tindakan AS itu menyalahi tradisi di PBB.

"AS sebagai pihak yang menjadi objek persoalan semestinya tidak memberikan suara di DK PBB dan dewan lainnya. Itu adalah tradisi lama yang berlaku di PBB," ujar Ahmed Amr Ahmed Manned kepada awak media di Kediaman Duta Besar Arab Saudi kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

BACA JUGA: AS Ancam Catat Nama Anggota PBB Pendukung Resolusi Yerusalem

"Seharusnya negara manapun yang menjadi objek pembahasan, entah apakah mereka termasuk anggota PBB, mereka tidak berhak memberikan suara," tegasnya.

Tindakan AS itu, menurut Ahmed, menunjukkan ketidakseriusan PBB baik dalam menjalankan peraturan internal maupun resolusi yang dihasilkan. Negeri Paman Sam sepatutnya tidak diberikan hak bersuara apalagi memveto rancangan resolusi yang diajukan Mesir tersebut.

"AS selama ini sudah 42 kali menggunakan hak veto terkait Israel. Sikap maupun tindakan AS merupakan sikap yang tidak patut. Bertentangan dengan norma keadilan," tutup Duta Besar Ahmed Amr Ahmed Manned.

BACA JUGA: PM Israel Berterima Kasih Atas Veto AS Soal Resolusi Yerusalem

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Arab Saudi, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi, mengundang rekan sejawat dari negara-negara Arab ke kediamannya untuk menyampaikan posisi terkait pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Selain Duta Besar Mesir, turut hadir Duta Besar Palestina Terpilih Zuhair al Shun; Duta Besar Yordania Walid al Hadid; Duta Besar Irak Abdullah Hasan Salih; Duta Besar Libya Sadegh MO Bensadegh; Duta Besar Yaman Mohammad Ali al Najar; Duta Besar Kuwait Abdul Wahab Abdullah al Saqar; dan Duta Besar Uni Emirat Arab Mohamed Abdulla Mohammed Bin Mutleq Alghafli.

BACA JUGA: Jadi Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan RI, Indonesia Tak Gentar Bela Palestina

Sebagaimana diberitakan, AS memveto rancangan resolusi DK PBB yang isinya mengecam pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Padahal, sebanyak 14 dari 15 negara anggota DK PBB sepakat untuk mengesahlan resolusi tersebut.

Anggota PBB lantas mengusulkan agar masalah Paelstina dibawa ke sidang darurat Majelis Umum PBB pada Kamis 21 Desember. Namun, belum juga dilaksanakan sidang, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley sudah mengancam akan mencatat nama-nama negara yang mendukung lolosnya resolusi tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini