Image

Ada Tumor di Hidungnya, Anak ini Memiliki Hidung Mirip Belalai Gajah

Kamis 21 Desember 2017 07:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 21 18 1833752 ada-tumor-di-hidungnya-anak-ini-memiliki-hidung-mirip-belalai-gajah-l0KmfwPUPZ.jpg Foto: Caters News Agency

SANGHAR—Seorang anak perempuan memiliki dua benjolan besar di hidungnya seukuran bola tenis. Penampakannya ini membuatnya dijuluki sebagai ‘anak berbelalai gajah’.

Asiya Manghrio menderita frontonasal encephalocele, sebuah sindrom yang menyebabkan jaringan otaknya tidak tumbuh sempurna dan menimbulkan cacat di tengkoraknya. Kondisi tersebut membuat Asiya memiliki hidung seperti belalai dan membuatnya terus menangis serta tidak bisa makan dengan benar.

Melansir Mirror, Kamis (21/12/2017), orangtua Asiya telah membawanya ke berbagai dokter untuk mengobati penyakitnya, namun mereka diminta untuk menunggu antrean. Dokter tidak bisa segera mengoperasi Asiya karena banyak pasien dengan kasus serupa menunggu untuk diobati.

Fatan Achar, ibu Asiya menjual satu-satu gelang emasnya untuk ongkos ke rumah sakit sejauh 257 km dengan bus dan untuk membayar biaya dokter.

Foto: Caters News Agency

“Saya menjual satu-satunya gelang emas saya untuk membiayai perjalanan yang mahal dari Karachi ke Sanghar. Kami menempuh jarak 257 km dari Karachi dengan bus dan menunjukan kondisi Asiya ke beberapa dokter. Mereka bilang hanya operasi satu-satunya jalan untuk menghilangkan tumor dari wajah anak kami,” paparnya.

Ia juga mengatakan tim dokter menyuruhnya menunggu selama dua bulan dengan alasan sudah banyak pasien yang akan melakukan operasi di rumah sakit tersebut. Kondisi ekonomi yang sulit membuat Fatan dan suaminya tak bisa membawa anak mereka ke rumah sakit swasta.

“Ini sangat menyedihkan, kami harus kembali lagi ke Sanghar dan menunggu selama dua bulan. Kami sudah tidak memiliki uang dan tidak bisa meminjam dari kerabat. Menyakitkan melihatnya dengan kondisi seperti itu,” ujarnya lagi.

Fatan dan suaminya juga mengalami gejolak emosi yang disebabkan oleh perlakuan buruk keluarganya. Meraeka menganggap kondisi Asiya terjadi akibat ‘kutukan’ dan memperlakukan keduanya dengan buruk.

“Keluarga saya menjuluki saya kutukan. Mereka bersikap sangat buruk terhadap saya. Mereka bahkan mengejek saya karena melahirkan bayi yang cacat,” ujar sang ibu.

Dokter Syaraf, dr. Lal Rehman mengatakan kondisi Asiya tidak menyebabkan masalah pernapasan pada anak berusia 15 bulan itu. Meski begitu jika tidak mendapatkan perawatan segera tumor itu akan semakin besar.

Kedua orangtua Asiya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat untuk mengoperasi tumor di wajah anaknya.

“Kami hanya ingin anak kami dapat hidup dengan sehat seperti anak-anak lainnya dan mendapatkan masa depan yang baik. Operasi adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkannya,” ujar Fatan penuh harap. (Griska Laras Widanti/Magang)

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini