PURWAKARTA - Tim SAR gabungan dari TNI/Polri, Basarnas Jabar, Dishub, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat, kembali melanjutkan pencarian korban hilang korban kapal karam di Waduk Cirata, Jumat (22/12/2017). Dalam hal ini, 50 orang tim penyelam telah disiapkan untuk melakukan penyisiran.
Di hari kedua pencarian ini, petugas pun sekaligus membentuk satuan tugas (Satgas) yang diberi nama Tim Operasi Pencarian Korban Rawa Taal. Tim operasi ini dipimpin langsung Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Inf Ari Maulana.
(Baca Juga: Kapal Tenggelam di Danau Cirata, 5 Orang Dilaporkan Hilang)
Ditemui di posko, di Kampung Rawa Taal, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis, Ari Maulana yang dalam hal ini sebagai Incindent Comando tim pencarian, mengatakan, sampai siang ini jajarannya masih melakukan upaya pencarian korban yang hilang di perairan Waduk Cirata tersebut.
"Ada enam warga yang masih hilang. Petugas gabungan masih menyisir sejumlah ke sejumlah lokasi," ujar Ari kepada Okezone.
Dalam upaya ini, tim ini turut dibantu warga setempat. Petugas, berupaya menyisir areal-areal yang disinyalir menjadi titik para korban berada.
Terkait kesimpang siuran data korban dalam insiden perahu terbalik ini, pihaknya memastikan jika korban hilang jumlahnya enam orang. Sedangkan, korban selamat berjumlah 9 orang.
Jadi, kata dia, berdasarkan keterangan yang dihimpun jajarannya, korban yang berada di perahu terbalik itu jumlahnya 15 orang.
Insiden tersebut, berawal perahu yang di nahkodai Dana mengangkut 15 orang penumpang dari Pulau Nusa yang lokasinya berada di seberang Danau Cirata. Secara teritorial, lokasi pulau kecil ini berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Adapun penumpang sendiri, kata dia, merupakan para petani dan keluarganya. Mereka, merupakan warga yang hendak pulang dari ladang setelah memanen cabai di lokasi tersebut. Sayangnya, saat perjalanan pulang, sempat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang.
(Baca Juga: Tim SAR Masih Cari 7 Korban Tenggelam di Danau Cirata)
"Hujan angin ini, mengakibatkan danau bergelombang. Perahu terhempas ke arus deras hingga oleng dan terbalik. Seluruh penumpang tumpah ke danau," jelas dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Jabar, Riyadi menambahkan, sampai saat ini proses pencarian korban tenggelam masih belum membuahkan hasil. Rencananya, siang ini akan ada pementaan untuk menyebar petugas yang akan melakukan pencarian.
"Saat ini, petugas baru menyisir sekira 200 meter dari lokasi kejadian. Selepas Jumatan, kita akan lakukan pemetaan untu memperluas area pencarian," ujar dia.
Adapun pencarian korban ini, akan dilakukan sesuai protap. Yakni, selama tujuh hari kedepan. Dalam hal ini, 50 penyelam gabungan telah disiagakan di lokasi.
Hanya saja, kata dia, dalam pencarian korban tenggelam ini petugas penyelam sedikit mengalami kendala. Yakni, jarak pandang di dasar air. Jadi, di kedalam 30 meter, kondisi air sudah tak terlihat.
"Kalau arus air di TKP, cenderung tenang. Kedalaman air sekitar 56 meter. Tapi, baru 30 meter saja, para penyelam sudah tak bisa melihat apa-apa. Ini yang menjadi kendala. Tapi, bagaimana pun kami akan terus berupaya, supaya para korban segera ditemukan," pungkasnya.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.