Share

Ustadz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong, Kemlu: Hak Berdaulat Negara Tersebut

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Minggu 24 Desember 2017 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 24 18 1835338 ustadz-abdul-somad-ditolak-masuk-hong-kong-kemlu-hak-berdaulat-negara-tersebut-qGkiLq5oDz.JPG Ustadz Abdul Somad (Foto: Youtube)

JAKARTA – Ustadz Abdul Somad mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat mendarat di Bandara Internasional Hong Kong, China, pada Sabtu 23 Desember sore waktu setempat. Ia dihadang petugas dan dipulangkan ke Tanah Air tanpa diberi penjelasan oleh otoritas setempat.

BACA JUGA: Ustadz Abdul Somad Ditolak Masuk Hong Kong 

Pihak Kementerian Luar Negeri menjelaskan, keputusan untuk menolak atau mengizinkan seseorang untuk masuk ke suatu negara, adalah hak berdaulat negara tersebut. Negara tujuan bahkan tidak perlu menjelaskan alasan penolakan tersebut.

“Sebenarnya keputusan untuk menolak atau mengijinkan orang asing masuk ke suatu negara adalah hak berdaulat negara tersebut. Secara hukum tidak ada kewajiban negara tersebut untuk menjelaskan alasannya,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamamad Iqbal, dalam pesan singkat kepada Okezone, Minggu (24/12/2017).

“Sebagai gambaran, imigrasi kita juga sering menerima masukan dari berbagai pihak, mengenai orang-orang yang perlu dicegah masuk ke Indonesia. Dalam hal imigrasi kita kemudian menolak masuk orang tersebut, kita juga tidak berkewajiban menjelaskan alasannya karena itu adalah hak berdaulat kita,” tukas Iqbal.

Sebagaimana diberitakan, Ustad Abdul Somad mengaku dihampiri oleh otoritas bandara ketika mendarat. Ia sempat ditanyai identitas, pekerjaan, pendidikan, dan keterkaitannya dengan ormas dan politik. Tak lama, Ustadz Abdul Somad kemudian diminta pulang ke Indonesia.

Kisah tidak mengenakkan itu diunggah dalam laman Facebook miliknya. Ustadz Abdul Somad sedianya menyampaikan ceramah di Hong Kong atas undangan seorang warga negara Indonesia (WNI). Ia meminta maaf kepada para WNI karena tidak mampu memenuhi undangan tersebut.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini