(Baca: Tersangka Penjarahan Distro di Depok Bertambah Jadi 27 Remaja)
Devie menyatakan ada beberapa kemungkinan para remaja tersebut nekat bertindak demikian. Pertama, kurangnya ruang ekspresi di sekolah atau lingkungan masyarakat. Kedua, tidak memiliki aktivitas produktif. Ketiga, salahnya sistem pola asuh keluarga.
"Para remaja ini, menurut hemat saya, adalah korban dari sistem dan pola asuh keluarga. Mereka tidak sepenuhnya bersalah. Ekspresi yang ditunjukkan tidak muncul tiba-tiba. Ini adalah proses yang panjang untuk membentuk diri seorang anak," terangnya.