KIAMAT adalah rahasia ilahi. Namun masih banyak yang mencoba memprediksi kapan itu terjadi.
Pertanyaan soal kapan kiamat terjadi pun telah ada sejak dulu hingga kini, bahkan di masa mendatang. Beragam teori konspirasi bermunculan untuk sedikit menjawab rasa penasaran, bagaimana dan kapan kiamat tiba.
Bencana alam seperti gempa bumi, banjir, hingga jatuhnya asteroid adalah sebagian prediksi bagaimana kiamat terjadi. Lalu, apa saja teori-teori kiamat yang pernah ada di dunia selama ini? Berikut 10 teori konspirasi hari kiamat seperti dilansir dari 101 Konspirasi Paling Kontroversial Di Dunia:
1. Teori William Miller
Ramalan William Miller pada 1840-an ini cukup menghipnotis banyak orang saat itu. Ia merupakan produk dari periode Second Great Awakening, suatu periode yang cukup intens dengan kepercayaan religius, termasuk Mormon dan Adven Hari Ke-7.
William Miller adalah petani yang beralih profesi menjadi penceramah. Ia meyakini bahwa Yesus akan kembali ke bumi pada Maret 1843. Prediksinya berdasar pada kalkulasi matematis komplet.
William Miller. (Foto: Bizzare Stories)
Ia semakin terkenal karena ceramah-ceramahnya dan pamflet yang tersebar selama 1830 dan 1840. Diperkirakan ada 1 juta orang yang mendengarkan ceramahnya dan 100 ribu di antaranya telah menjadi pengikutnya.
Ketika Maret 1843 makin dekat, pengikut William menjual semua harta bendanya. Mereka memakai jubah putih, mendaki gunung, menunggu diangkat ke surga. Hingga waktunya tiba dan ramalan itu salah, William mengundurkan hari kiamat menjadi Oktober 1844.
2. Teori Komet Halley
Suatu peristiwa astronomi rupanya menginspirasi sebagian orang untuk dijadikan ramalan kiamat. Salah satunya Komet Halley, sebuah bola es berdebu yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali.
Komet itu menjadi teori konspirasi kiamat setelah Yerkes Observatory di Chicago mengumumkan komet ini akan melintasi bumi pada 1910. Saat itu orang-orang mulai panik, mereka yakin bahwa ekor komet mengandung gas cyanogen yang beracun.
Komet Halley. (Foto: NASA)
Akhirnya komet itu melalui bumi pada 18 Mei 1910, racunnya menyebar ke bumi dan menyebabkan kematian umat manusia. Ketakutan berlebihan ini membuat para oportunis memanfaatkan situasi. Mereka menjual pil komet yang diklaim anti racun, masker, dan botol oksigen agar manusia bisa bertahan hidup.
Banyak orang yang membeli barang-barang itu. Namun ada juga yang menaruh handuk di bawah pintu, menutup lubang kunci dengan kertas, dan menutup seluruh lubang udara hanya untuk melindungi diri dari gas beracun. Mereka menolak pergi bekerja dan memilih di rumah, berlindung bersama keluarga.