"Tapi apa? infus tak terpasang juga, dengan alasan yang pandai masang infus bayi lagi on the way (otw) ke Medan. Setelah keluarga marah-marah, infus baru terpasang pukul 16.00 WIB sore. Sementara keadaan bayi sudah memburuk pukul 19.00 WIB malam," tulis Hera.
Setelah lama menunggu lanjut Hera, dokter spesialis kemudian tiba namun keadaan bayi sudah kadung memburuk. Dan akhirnya pada pukul 20.00 WIB bayi malang itu dinyatakan meninggal dunia. Dokter spesialis itu dengan entengnya hanya bisa berujar "Maaf ini memang kelalaian kami pihak rumah sakit,"
"Yang saya pertanyakan, apakah RSUD sebesar ini cuma punya ahli pemasangan infus untuk bayi cuma dua orang?" Tolong untuk petinggi Aceh Singkil supaya ditambah ahli pemasangan infus untuk di RSUD ini. Kalaulah ahli pemasangan infus tidak di tempat, sudah matilah bayi-bayi yang ada ada di RSUD ini," keluh Hera.
Kasus ini menjadi perhatian khusus dari warganet hingga mendapat banyak simpati. Mereka kebanyakan menyalahkan pihak rumah sakit yang sangat tidak profesional. Bahkan ada netizen yang menyarankan keluarga korban membawa kasusnya itu ke ranah hukum.