nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khofifah Tak Persoalkan Jika Yenny Wahid Maju Pilkada Jawa Timur

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 19:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 03 519 1839627 khofifah-tak-persoalkan-jika-yenny-wahid-maju-pilkada-jawa-timur-Sd5x9ZvHm5.jpg Khofifah Indar Parawansa (foto: Okezone)

JAKARTA - Bakal calon gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku tak mempersoalkan jika harus bertarung dengan Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid di kontestasi Pilgub Jawa Timur 2018.

Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu kabarnya tengah dilirik Partai Gerindra dan koalisinya untuk diusung sebagai calon orang nomor satu di Timur Pulau Jawa tersebut.

(Baca Juga: Jika Yenny Wahid Maju di Pilgub Jatim, Siapa yang Diuntungkan?)

"Saya kira bagus (bila Yenny Wahid maju di Pilkada Jatim)," kata Khofifah sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna dengan topik 'Program dan Kegiatan 2018' di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018).‎

Khofifah mengaku telah telah lama mengenal dengan Yenny Wahid. Ia pun menyambut positif jika memang mantan Ketua Umum PKB tersebut turut ikut meramaikan pesta demokrasi di Jatim.

"Menurut saya, demokrasi ini akan semakin memberikan makna dan memberikan kualitas partisipasi yang subtantif," ujar dia.

Sekadar diketahui, majunya nama Yenny Wahid akan membuat tiga tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) akan bersaing memperebutkan kursi orang nomor satu di Jatim. Selain Yenny Wahid, Khofifah juga merupakan Ketua Umun PP Muslimat NU. Sementara itu, petahana Wakil Gubernur Jatim juga diketahui merupakan tokoh NU.

(Baca Juga: Yenny Wahid Masuk Bursa Pilgub Jatim, PKS: Dia Punya Nilai Spesial)

Saat ini, ‎Khofifah yang masih menjabat Mensos itu memilih menunggu kepastian bakal calon gubernur yang akan maju dalam Pilgub Jatim ketika masa pendaftaran di KPU Provinsi Jatim. Masa pendaftaran pilkada serentak 2018 akan dimulai pada 8-10 Januari.

"Dua apa tiga apa empat (tokoh NU), kita semua harus membangun satu apresiasi atau penghargaan dari proses demokrasi yang kita bangun," tukasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini