Image

Warga Eks Timor Timur Gelar Natal Bersama Lintas Umat

Adi Rianghepat, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018, 15:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 05 340 1840636 warga-eks-timor-timur-gelar-natal-bersama-lintas-umat-u9Fu5Nnnu7.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

KUPANG - Warga eks Timor Timur di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Natal bersama lintas umat untuk menjalin silahturahim dan tetap merawat toleransi antarwarga di daerah itu.

"Ya, kami laksanakan perayaan natal bersama itu hari ini di Biara SVD Laat Manekat Noemuti Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)," kata Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Warga eks Timor Timur, Hukman yang dihubungi dari Kupang, Jumat (5/1/2017).

Menurut dia selain melibatkan warga eks Timor Timur, Natal bersama yang dihadiri tokoh eks Timor Timur Eourico Gutteres, juga menghadirkan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta lintas agama di daerah itu.

"Kami juga undang Pak Bupati TTU pak Ray Fernandes," katanya.

Akan hadir sekitar 750 orang dalam acara itu baik warga eks Timor Timur maupun warga lokal. Selain menggelar natal bersama kata Hukman dalam ajang itu juga akan dilakukan tatap muka bersama warga petani dan peternak daerah itu yang sudah mendapatkan bantuan pinjaman perbankan atas bantuan koperasi bersama yang dimotori tokoh Eurico Gutteres.

Ajang perayaan Natal, lanjut dia, juga bisa dipakai untuk mendengar aspirasi warga petani dan peternak daerah. Hal itu agar bisa menjadi bahan bagi keberlanjutan bantuan ke depan di 2018 ini. Makna Natal menurut dia adalah momentum bagi umat Kristiani membagikan perhatian dalam karya nyata bagi sesama yang membutuhkan. Dengan begitu kisah bayi Betlhem yang lahir di palungan bisa menjadi nyata dalam kasih.

"Makna itulah yang akan kita laksanakan," katanya.

Selain pemaknaan itu, dengan Natal bersama lintas umat ini akan mempererat silahturahmi yang berujung pada pererat toleransi antarumat beragama daerah ini. Keanekaragaman suku, agama dan ras yang ada harus dijadikan potensi membangun derah ini. Bukan malah dijadikan pemicu untuk keretakan antarsesama umat.

"Toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan setara dan damai yang sudah ada saat ini harus terus dirawat demi keberlanjutan pembangunan daerah dan bangsa ini," katanya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini