Image

Alumni 212: Tolong PAN, PKS, Gerindra Solid, Jangan Campur dengan Partai Penista Agama

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 18:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 337 1844253 alumni-212-tolong-pan-pks-gerindra-solid-jangan-campur-dengan-partai-penista-agama-u5e3WyGviO.jpg Aksi 212 di Monas (Antara)

JAKARTA - Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, pihaknya belum pernah memberikan rekomendasi nama bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2018. Tapi, mereka meminta agar Partai Gerindra, PAN dan PKS mempertahankan koalisinya hingga Pemilu 2019.

“Dari presidum sendiri saya belum pernah merekomendasikan satu nama pun di pilkada manapun. Yang saya ajukan saya buka dialog dengan teman-teman partai baik pimpinan partai yang saya ikut hadir, itu menginginkan bahwa koalisi partai 212 PAN, PKS, Gerindra itu tolong dipertahankan tolong solid di 2019,” ujar Slamet di sela demo ke Kantor Facebook Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

Gerindra, PAN dan PKS diketahui sering berseberangan dengan koalisi pro pemerintah. Bahkan, Gerindra dan PKS masih konsisten menjadi oposisi.

Slamet mengatakan, pihaknya menginginkan di Pilkada 2018 terutama di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara koalisi PAN, Gerindra, PKS tidaklah pecah.

“Adapun kebijakan partai berubah itu hak mereka, tapi harus tahu konsekuensi ketika kami (alumni) 212 menginginkan tiga partai ini solid dan terakomodir ada penilaian partai ini, tanpa mencampur adukan dengan partai penista agama,” ujar Slamet.

“Tapi bercampur dengan partai penista agama ya konsekuensi nya kita tidak akan dukung sebetulnya kita objektif saja lah,”paparnya.

Selain itu, Slamet juga menyayangkan sikap Partai Gerindra dan PKS yang mendukung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang berkoalisi dengan PDIP dan PKB.

“Ya sebagai umat Islam alumni 212 kami menyayangkan. Dari koalsi kami partai 212 tidak menyalonkan bahkan ikut bergabung. Tapi secara resmi di akhir Januari kita akan musyawarah untuk menetukan sikap 212 terhadap Pilkada 2018,” paparnya

“Ada Mukernas nanti. Hasil Mukernas itu akan membicarakan wilayah mana saja yang akan kita dukung kita support untuk kemenangan alumni 212,” sambugnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini