nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Total Tunggakan Pajak Mobil Mewah di DKI Jakarta Rp44,9 Miliar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018 19:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 12 338 1844297 total-tunggakan-pajak-mobil-mewah-di-dki-jakarta-rp44-9-miliar-e6JQRpxgxG.jpg

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan total tunggakan pajak kendaraan mewah yang ada di Ibu Kota. Jumlahnya bukan main, mencapai Rp 44,9 miliar.

Anies menuturkan, rincian detail kendaraan pribadi yang menunggak sebanyak 744 mobil dengan nilai pajak mencapai Rp26,1 miliar. Sisa dari tunggakan itu berasal dari perusahaan dengan nilai Rp 18,8 miliar.

"Total kendaraan roda empat yang aktif 2.935.000 kendaraan. Lalu yang belum membayar pajak sebanyak 1.052.000. Jadi ada satu juta kendaraan roda empat atau lebih di Jakarta yang belum bayar pajak tahun 2017," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan kebudayaan itu menjelaskan, dari seluruh mobil yang menunggak itu harganya di atas Rp1 miliar. Ia sangat geram melihat orang-orang mampu yang enggan menyisihkan uangnya untuk membayar pajak.

"Jalan dipakai, fasilitas digunakan, udara juga memiliki dampak dari kendaraan bermotor. Tapi tanggung jawab untuk bayar pajak belum diselesaikan," jelasnya.

Anies menambahkan, dari seluruh mobil yang terdaftar sebagai penunggak pajak ada sebuah mobil yang harganya Rp9,6 miliar, yakni Lamborghini Aventador. Ia cukup heran dengan mobil seharga itu sang pemiliknya tak ingin membayar pajak kendaraannya.

"Ini adalah daftar seluruh kendaraan dari mulai yang paling mahal, yang paling mahal itu harganya Rp9,6 miliar, itu Lamborghini Aventador. Lalu, yang nomor 2, Rolls-Royce Rp6,9 miliar, Ferrari Rp6,6 miliar, Ferrari lagi Rp6,4 miliar, Roll Royce Rp6,4 miliar, Ferrari Rp5,9 miliar, Lamborghini Rp 5,8 miliar," terangnya.

Lebih lanjut, Anies berkata, pihaknya tak mampu menyebutkan identitas para pemilik mobil tersebut. Namun, dirinya akan mengeluarkan nomor polisi kendaraan itu di website resmi Pemprov DKI.

"Ada aturannya itu (soal nama). Ada aturannya. Jadi kita umumkan nomor polisinya, identitasnya. Kemudian kendaraannya. Nanti anda cek aja siapa. Pasti juga gampang tahunya," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini