nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bermodus Paranormal, Tiga Kawanan Curanmor yang Beraksi 30 Kali Ditangkap

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 01:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 13 338 1844619 bermodus-paranormal-tiga-kawanan-curanmor-yang-beraksi-30-kali-ditangkap-BDVJFCHifR.jpg ilustrasi

JAKARTA – Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat meringkus kawanan pencuri motor dengan modus sebagai paranormal atau sebagai orang pintar pada Jumat 12 Januari 2018.

Kasubbag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno mengatakan, dalam kasus pencuri motor dengan modus sebagai paranormal ini, terdapat empat pelaku, dengan tiga di antaranya telah ditangkap. Ketiga pelaku itu adalah Erick Donovan 48 tahun, Sari Budiyanti (21), dan Ajeng April Yanti (22).

"Tiga berhasil ditangkap dan satu pelaku lainnya berinisial W, masuk daftar pencarian orang," ujar Suyatno melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/1/2018).

Selanjutnya Suyatno mengatakan modus keempat komplotan curanmor ini berpura-pura sebagai paranormal yang bisa menyembuhkan penyakit nonmedis. Dalam aksinya, empat orang tersebut dibagi menjadi dua kelompok.

"Dua mencari korban, dua orang menunggu di tempat sekitar kejadian," paparnya.

Suyatno menjelaskan kronologi sebelum melancarkan aksi kepada korban yaitu Wiwik Mulidawati. Pada Selasa 2 Januari 2018 Erick, Sari, dan Ajeng, berkumpul di tempat makan di wilayah Jakarta Utara. Usai itu, mereka mencari sasaran dengan mengendarai dua sepeda motor.

Erick berboncengan dengan W, sedangkan Sari berboncengan Ajeng. Suyatno menerangkan usai mendapat target, Erick berpura-pura sedang menumpang ojek dan menanyakan alamat kepada korban.

"Setelah itu, Erick memberi batu kepada korban sebagai ucapan terimakasih dan berkata kepada korban bahwa korban sedang diguna-guna," jelas Suyatno.

Suyatno juga memaparkan, Erick langsung melakukan aksinya dengan menyemburkan jarum dari mulutnya ke arah korban, sehingga korban pun mulai terkelabui. Setelah berhasil dikelabui, Erick menyuruh korban membuang jarum tersebut sekitar 100 meter dengan jalan kaki.

"Pelaku meminta korban tidak menengok ke belakang. Sebelum korban berjalan, Erick memberikan kode dengan menggarukkan kepala ke Sari dan Ajeng," katanya.

Sementara, lanjut Suyatno, Sari dan Ajeng yang telah menunggu di kejauhan melakukan aksinya dengan berpura-pura melintas di depan korban dan Erick berpura-pura memberhentikan kendaraan yang ditumpangi Sari dan Ajeng itu.

"Mereka melintas agar menitipkan motor dan barang-barang milik korban, setelah korban berjalan sedikit jauh, Erick, Sari, dan Ajeng, membawa pergi motor dan barang-barang milik korban," tuturnya.

Selain itu, Suyatno mengatakan, komplotan tersebut telah melakukan perbuatannya sebanyak kurang lebih 30 kali di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan sepanjang tahun 2010-2018

Tak cuma itu dari tangan pelaku, polisi juga berhasil mengamankan satu unit handphone dan satu unit motor yang dilakukan untuk melancarkan aksi.

 

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini