Image

Peringatan Palsu Rudal Balistik di Hawaii Buat Warga Gempar

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018 19:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 14 18 1844749 peringatan-palsu-rudal-balistik-di-hawaii-buat-warga-gempar-HQNV01ptpX.jpg Peringatan rudal balistik yang tersebar di Hawaii. (Foto: New China)

HONOLULU - Pada Sabtu 13 Januari, terdapat peringatan darurat yang memperingatkan warga di negara bagian Amerika Serikat, Hawaii, tentang ancaman rudal balistik yang akan segera mendarat, namun peringatan ternyata palsu belaka. Peringatan tersebut ternyata dikirim akibat human error, kata pejabat negara.

Komando Pasifik dan militer negara bagian Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman rudal ke Hawaii, yang merupakan rantai pulau-pulau di Samudra Pasifik dan rumah bagi Komando Pasifik Amerika Serikat.

"Saya terbangun akibat sebuah peringatan, seperti orang lain di negara bagian Hawaii ini. Sangat disayangkan dan disesalkan (ternyata peringatan tersebut palsu)," ungkap Gubernur Hawaii David Ige, dilansir dari Xinhua, Minggu (14/1/2018).

BACA JUGA: Hawaii Pasang Sirene Peringatan untuk Hadapi Ancaman Rudal Korut

Ige meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tersebut. Gubernur Ige juga mengatakan bahwa seseorang di Hawaii Emergency Management Agency ‘menekan tombol yang salah’ selama perubahan jam kerja rutin. Perubahan tersebut terjadi tiga kali sehari setiap hari sepanjang tahun, tambahnya.

Peringatan darurat tersebut dikirim ke telefon genggam warga dan juga disiarkan melalui televisi dan radio. Hal itu menyebabkan kepanikan di antara orang-orang Hawaii dan platform media sosial.

Salah seorang netizen, Sara Donchey, yang mengatakan bahwa dia berada di Honolulu, Hawaii, melalui akun Twitter-nya menyatakan bahwa keluarganya yang berada di North Shore bersembunyi di garasi. Ibu dan saudara perempuannya pun menangis karena sangat ketakutan.

BACA JUGA: Wah! AS-Korut Memanas, Hawaii Adopsi Sinyal Peringatan Serangan Nuklir

"Itu adalah peringatan palsu, tapi banyak orang terguncang," tulisnya.

Peringatan darurat dikirim ke telefon genggam sekira pukul 08.07 waktu setempat. Pesan tersebut menyatakan bahwa "Ancaman rudal balistik masuk ke Hawaii. Carilah tempat penampungan segera, ini bukan latihan". Butuh sekira 38 menit agar peringatan tersebut dicabut, menurut laporan media.

Badan Manajemen Darurat Hawaii memperbaiki peringatan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada ancaman rudal ke Hawaii.

"Hawaii, ini adalah peringatan palsu. Saya sudah mengonfirmasi dengan petugas bahwa tidak ada rudal masuk," ungkap perwakilan Amerika Serikat Tulsi Gabbard mengatakan di akun Twitter-nya.

Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah memulai penyelidikan penuh atas insiden tersebut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini