nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Lis Sugianto Terkait Pembelian Rumah Emirsyah Satar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 20:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 15 337 1845396 kpk-periksa-lis-sugianto-terkait-pembelian-rumah-emirsyah-satar-InNb676Rpj.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelisik pembelian rumah milik dari penyanyi Istiningdiah Sugianto atau biasa disapa Iis Sugianto yang dibeli oleh tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar.

Iis Sugianto sendiri hari ini diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai untuk tersangka Emirsyah dalam kasus suap pengadaan mesin pesawat Airbus Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

"Penyidik mengkonfirmasi peristiwa penjualan rumah saksi yang diduga dibeli oleh pihak keluarga tersangka. Penjualan dilakukan secara resmi dan tertulis," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (15/1/2018).

 (Baca: Kasus Suap Emirsyah Satar, KPK Periksa Anak Buah Bos PT MRA Group)

Sementara itu, Lis menyebut bahwa Emirsyah membeli rumah di Pondok Indah, Jakarta Selatan itu sekira tahun 2000 lalu. Dia menyebut telah menyampaikan seluruh informasi yang diketahui terkait dengan transaksi jual beli tersebut.

"Saya membantu KPK di sini, mengklarifikasi. Karena ada aset saya sebuah rumah yang dibeli salah satu tersangka," kata Lis usai diperiksa KPK.

Kendati begitu, Lis mengaku tak mengetahui apakah uang yang digunakan Emirsyah untuk membeli rumahnya itu apakah menggunakan dari uang panas kasus korupsi yang menjeratnya.

"Saya enggak tahu uang dari mana. Tanya aja deh sama penyidik," ujar dia.

 (Baca juga: KPK Kantongi Data Kasus Suap Mesin Pesawat Garuda)

Selain memeriksa Lis, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, sekaligus pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo. Dia juga pihak yang ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus ini.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Dari pengembangan sementara Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas perbuatannya, Emir disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara, Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini