JAKARTA - Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Letjen (Purn) TNI Edy Rahmayadi mengungkapkan alasannya terjun ke politik dan mengorbankan kariernya di tubuh TNI. Sebagai putra daerah ia mengaku prihatin dengan kondisi Sumut yang tertinggal jauh dengan wilayah lainnya, dan Pilkada 2018 momen tepat untuk memajukan Sumut.
"Sumatera Utara ini kan kampung saya, jadi kebetulan merasa Insya Allah saya bisa berbuat lebih baik untuk menyejahterakan rakyat Sumut," kata Edy saat ditemui Okezone di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (15/1/2018).
(Baca Juga: Tiga Pasang Bakal Cagub Sumut Jalani Pemeriksaan Kesehatan)
Mantan Panglima Cadangan Komandan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu melanjutkan, apabila dipercaya memimpin ia akan berusaha sekeras tenaga akan mengembalikan Sumut minimal di urutan ketiga setelah Jakarta dan Surabaya, sebagai daerah maju sebagaimana pada tahun 1980 silam.
"Pada 80-an Sumatera Utara pernah menempati urutan tiga setelah Jakarta dan Surabaya, sekarang 24, jauh sekali ke bawah. Bisa jadi keluarga saya hancur disana kalau terus dibiarkan," terangnya.
(Baca Juga: Bukan Putra Daerah, Edy Rahmayadi Sindir Djarot Maju di Pilkada Sumut)
Diketahui, Edy pensiun dini dari institusinya karena mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sumut berpasangan dengan Musa Rajekshah di Pilkada Serentak 2018. Mereka diusung oleh Gerindra, PKS, PAN, Hanura Nasdem dan Golkar.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.