Punya Hubungan Dekat, Kepala Rutan Purworejo Panggil Sancai "Bos"

Sucipto Cipto, Okezone · Kamis 18 Januari 2018 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 512 1846789 punya-hubungan-dekat-kepala-rutan-purworejo-panggil-sancai-bos-fcxfJ6o2iS.jpg Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Cahyono Adhi Satriyanto (kiri) digiring petugas usai kasus TPPU Narkoba yang melibatkannya, di Kantor BNN, Jakarta Timur, 17 Januari 2018. (Foto: Antara)

PURWOREJO – Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jawa Tengah, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS), ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah (Jateng) karena terlibat kasus bisnis narkoba. Ia diduga menerima aliran dana dari Kristian Jaya Kusuma alias Sancai yang mengendalikan bisnis narkoba, meski dalam masa tahanan.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng, Suprinarto mengatakan, hubungan antara CAS dan Sancai sudah sangat dekat. Bahkan, ketika telepon selulernya diperiksa, CAS punya panggilan akrab sendiri untuk Sancai.

"Sancai itu dipanggil 'bos' sama CAS," kata Suprinarto ketika dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Rabu (17/1/2018) malam.

Atas hubungan itu, meski di dalam penjara, Sancai bisa mengendalikan peredaran Narkoba. Hubungan Sancai dan CAS mulai terjalin di Nusakambangan.

Saat itu, CAS menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Nusakambangan, sedangkan Sancai menjadi tahanan di sana. Dengan jabatannya itu, CAS memberi kemudahan Sancai berkomunikasi dengan sindikatnya untuk menjalankan bisnis narkobanya.

"Sancai bisa pakai handphone di dalam penjara karena CAS punya kuasa di sana," katanya.

Atas jasanya itu, CAS mendapat imbalan uang dari Sancai. Orang yang mengurus keuangan adalah jaringan Sancai di luar penjara bernama Charles.

Charles mentransfer sejumlah uang ke rekening CAS atas perintah Sancai di dalam penjara. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ratusan juta.

"Saldo terakhir di rekening CAS ada Rp 313,5 juta. Itu sudah ada yang dipakai untuk belanja. Untuk transaksi di luar itu, masih diselidiki," kata Suprinarto.

(Baca Juga: Kepala Rutan Purworejo Dicopot karena Tersangkut Bisnis Narkoba)

Terkait indikasi bawahan CAS yang terlibat, Suprinarto belum bisa memberi keterangan lebih jauh karena masih dalam pemeriksaan. Namun, ia mengatakan, sejauh ini CAS menggunakan kekuasaan dan jaringannya untuk memudahkan Sancai berkomunikasi dengan jaringannya di luar lapas.

"Ketika CAS menjadi Karutan di Purworejo pada Oktober 2017, dan Sancai dipindah ke Pekalongan, mereka masih bisa berkomunikasi. CAS menggunakan relasinya untuk membuat Sancai nyaman menjalankan bisnisnya di dalam penjara," ujar Suprinarto.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini