Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pindah dari Rumah Dinas, Berikut ini Barang yang Dibawa Dedi Mulyadi

Mulyana , Jurnalis-Minggu, 21 Januari 2018 |16:19 WIB
Pindah dari Rumah Dinas, Berikut ini Barang yang Dibawa Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi saat mengangkut barang pribadinya (Foto: Mulyana/Okezone)
A
A
A

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mulai menyicil untuk mengangkut barang-barang miliknya yang ada di rumah dinas, menuju kediaman pribadinya di Kampung K‎arajan, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan.

Informasi yang diterima Okezone, Kang Dedi (sapaan bupati) dan keluarga, sudah mulai berkemas untuk meninggalkan rumah dinas selama ia menjabat bupati, di sekitar komplek perkantoran Pemkab Purwakarta, sejak Sabtu 20 Januari 2018 malam.

Kabarnya, tak ada barang mewah yang dibawanya. Adapun barang-barang pribadi yang diangkut dari rumah milik negara itu, salah satunya hanya berupa karpet dan sejumlah lukisan penghias dinding.

"Malam tadi, sebagian sudah diangkut. ‎Kebanyakan sih lukisan dan karpet," ujar Dedi kepada Okezone.

 (Baca: Dedi Mulyadi Siap Tinggalkan Rumah Dinas Bupatinya di Purwakarta)

Memang, kata Dedi, sejak dirinya menjabat bupati hingga dua periode ini, tak banyak barang pribadinya yang dibawa ke rumah dinas tersebut. Jadi, tak heran saat berkemas untuk pindah pun barang yang diangkut hanya itu-itu saja.

"Ya paling baju-baju," jelas dia.

Dedi mengaku, ada puluhan lukisan yang tengah dipindahkan ke kediaman pribadinya itu. Salah satunya, lukisan yang menggabarkan sosok pendiri‎ organisasi massa islam, Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari. Kemudian, lukisan-lukisan tokoh nasional lainnya.

"Lukisan-lukisan di rumah dinas ini, sebagian besar saya beli dengan uang pribadi. Makanya, saat pindah lukisan tersebut saya bawa," jelas dia.

Menurut Dedi, rumah dinas ini bakal menjadi kenangan indah bagi dirinya. Bagaimana tidak, selama 10 tahun rumah yang merangkap kantornya ini menjadi saksi pengabdiannya melayani masyarakat secara langsung.

 (Baca juga: Duo DM Siap Deklarasi & Daftar ke KPU Jabar pada 9 Januari)

Namun, saat ini rumah dinasnya itu hanya tinggal kenangan. Ada kesedihan tersendiri yang hinggap dalam benak Dedi. ‎Dia akan terkenang masa-masa dimana bisa membantu masyarakat yang tengah dirundung kesulitan.

"Banyak kenangan di rumah ini," seloroh dia.

Menurutnya, sudah menjadi aturan dirinya harus meninggalkan rumah dinasnya.‎ Karena, selama tahapan Pilgub Jabar 2018, dirinya tidak boleh menggunakan fasilitas Negara. Karena itu, seluruh fasilitas yang melekat selama dirinya menjabat bupati, harus dikembalikan kepada negara.

"Masa jabatan saya jadi bupati akan berakhir pada Maret 2018. ‎Nanti ada pejabat pengganti. Mungkin akan ditunjuk langsung oleh Gubernur," pungkasnya.

 

(Ulung Tranggana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement