BEIRUT – Sekelompok massa tiba-tiba datang dan berunjuk rasa di depan Markas Pasukan Garuda Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang berlokasi di UN Posn 7-1 Adchit Alqusyar Lebanon Selatan, pada Minggu 28 Januari sekira pukul 10.00 pagi waktu setempat. Kelompok massa tersebut menamakan diri sebagai ‘Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan’.
Dalam orasinya, para pendemo menuntut agar Pasukan Garuda Satgas Indobatt harus segera angkat kaki dari bumi Lebanon Selatan. Menurut para pengunjuk rasa, tanpa kehadiran United Nations (UN) dalam hal ini Pasukan Garuda Indobatt, negara Lebanon aman-aman saja.
Di samping itu, mereka juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Negara kami selama ini baik-baik saja, kenapa pihak UN menempatkan tentara asing begitu banyak disini, kami tidak menghendaki kalian-kalian menguasai negara kami,”.
Sementara itu, melihat aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan, penduduk setempat turut serta membantu para pendemo untuk memaksa masuk menerobos penjagaan yang dijaga ketat oleh Pasukan Garuda Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil.
Berdasarkan keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (29/1/2018), anggota jaga Serka Edi Susanto melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Jaga, dalam hal ini Kapten Inf Aceng Wahyudin dan laporan diteruskan ke Kapten Inf FX Renoten selaku Kasiops Indobatt.