Markas Pasukan Garuda di Lebanon "Diserang" Kelompok Anti-Perdamaian

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 29 Januari 2018 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 29 18 1851527 markas-pasukan-garuda-di-lebanon-diserang-kelompok-anti-perdamaian-eargfB1SFV.jpeg Markas Pasukan Garuda di Lebanon diserang kelompok anti-perdamaian (Foto: Istimewa)

BEIRUT – Sekelompok massa tiba-tiba datang dan berunjuk rasa di depan Markas Pasukan Garuda Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) yang berlokasi di UN Posn 7-1 Adchit Alqusyar Lebanon Selatan, pada Minggu 28 Januari sekira pukul 10.00 pagi waktu setempat. Kelompok massa tersebut menamakan diri sebagai ‘Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan’.

Dalam orasinya, para pendemo menuntut agar Pasukan Garuda Satgas Indobatt harus segera angkat kaki dari bumi Lebanon Selatan. Menurut para pengunjuk rasa, tanpa kehadiran United Nations (UN) dalam hal ini Pasukan Garuda Indobatt, negara Lebanon aman-aman saja.

Di samping itu, mereka juga menggelar spanduk yang bertuliskan “Negara kami selama ini baik-baik saja, kenapa pihak UN menempatkan tentara asing begitu banyak disini, kami tidak menghendaki kalian-kalian menguasai negara kami,”.

Sementara itu, melihat aksi demo yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian di Lebanon Selatan, penduduk setempat turut serta membantu para pendemo untuk memaksa masuk menerobos penjagaan yang dijaga ketat oleh Pasukan Garuda Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Okezone, Senin (29/1/2018), anggota jaga Serka Edi Susanto melaporkan kejadian tersebut kepada Perwira Jaga, dalam hal ini Kapten Inf Aceng Wahyudin dan laporan diteruskan ke Kapten Inf FX Renoten selaku Kasiops Indobatt.

Selanjutnya, Kasiops segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto S.I.P. Setelah mendapat petunjuk dari Dansatgas, Kasiops segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi aksi para pendemo.

Selanjutnya, Kasiops Kapten Inf FX Renoten memerintahkan Lettu Inf Muhammad Dody selaku Komandan Pleton CRC (Crowded Riot Control) dari Kompi Delta berikut perlengkapannya untuk bergerak dan mengatasi kejadian unjuk rasa tersebut, dengan di-backup Pleton BMR (Battalion Mobile Reserve) dan Tim Kesehatan.

Unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Anti Perdamaian dan penduduk di Lebanon Selatan, awalnya digelar secara damai namun situasinya makin memanas dan menjadi anarkis. Para pendemo memprovokasi dan melempari personel Indobatt dengan batu-batuan dan benda-benda keras lainnya, yang mengakibatkan satu orang demonstran dan dua personel Indobatt mengalami luka-luka.

Setelah melakukan negosiasi dan argumentasi yang sangat alot dengan diberikan pengertian kepada para pendemo terkait keberadaan dan tugas Pasukan Garuda sebagai peacekeepers misi perdamaian PBB di Lebanon, akhirnya pimpinan maupun para pendemo mengerti serta mengakhiri aksinya, dan situasi dapat dikendalikan dengan baik.

Kejadian tersebut merupakan Skenario Latihan CRC Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil yang dirancang oleh Kasiops Satgas Kapten Inf FX Renoten, dalam rangka melatih kemampuan personel Indobatt khususnya dalam hal taktik dan teknis serta prosedur tetap yang harus dilaksanakan apabila menangani terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh penduduk lokal di sekitar Markas Indobatt.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini