Image

Sambutan Meriah Anggota Parlemen Pakistan untuk Presiden Jokowi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 29 18 1851612 anggota-parlemen-pakistan-pukul-meja-tanggapi-pidato-presiden-jokowi-9pV6tpS6HD.jpeg Presiden RI, Joko Widodo, berpidato di hadapan Parlemen Pakistan (Foto: Rusman/Biro Pers Setpres)

ISLAMABAD – Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), diberi kesempatan langka untuk berbicara di hadapan Dewan Nasional (Parlemen) Pakistan saat berkunjung pada Jumat 26 Januari. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memulai pidatonya dengan menyebut nama Presiden Soekarno.

Presiden Jokowi mengatakan, adalah sebuah kehormatan bagi dirinya untuk dapat berbicara di depan Sidang yang mulia Joint Session of the Parliament. Pada 26 Juni 1963, Presiden Soekarno berbicara di depan Parlemen Pakistan dan saat itu menggelorakan semangat melawan kolonialisme dan menggelorakan semangat kerja sama negara-negara yang baru merdeka.

Ajakan Jokowi disambut meriah para anggota Parlemen Pakistan. Suasana sontak berubah menjadi riuh. Antusiasme para wakil rakyat Pakistan ini terekam jelas dalam video yang diunggah Biro Pers dan Media Indonesia (BPMI) pada akun YouTube Sekretariat Negara RI.

Presiden Jokowi lantas melanjutkan pidatonya dengan menyatakan Indonesia dan Pakistan sesungguhnya memiliki banyak kesamaan. Salah satu bentuk kesamaan adalah Indonesia dan Pakistan dihuni oleh penduduk yang mayoritas beragama Islam.

“Kita sama-sama menjadi negara anggota D-8, sesama negara OKI, sesama negara Non-Blok, kita sama-sama inisiator Konperensi Asia Afrika dan yang tidak kalah penting, kita sama-sama negara demokrasi,” kata Presiden.

“Melalui Forum ini, saya kembali menyerukan agar kita terus memberikan dukungan bagi Saudara-saudara kita di Palestina. Mari kita terus dukung perjuangan Palestina!” ucapnya.

Presiden menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Sekitar 87% dari 260 juta penduduk Indonesia, yang berarti 226,2 juta penduduk adalah Muslim.

“Sebagaimana Pakistan, selain rumah untuk umat Islam, Indonesia juga menjadi rumah bagi Umat Hindu, Katolik, Kristen, Buddha dan lainnya. Indonesia adalah negara yang majemuk,” tutur Kepala Negara.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini