Setahun Terlibat Bisnis Narkoba, Kepala Rutan Purworejo Raup Ratusan Juta Rupiah

Bramantyo, Okezone · Kamis 01 Februari 2018 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 512 1853385 setahun-terlibat-bisnis-narkoba-kepala-rutan-purworejo-raup-ratusan-juta-rupiah-Rn7BVeIvYB.jpg Kepala Rutan Purworejo ditangkap karena terlibat bisnis narkoba. (Foto: Antara)

SUKOHARJO - Keterlibatan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) IIB Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) (42) terkait dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan napi narkotika masih dalam penyidikan. Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, tersangka diduga masuk dalam jaringan pengedar narkotika dalam lapas.

"Saat ini mereka sedang dalam penyidikan terkait keterlibatannya," jelas Tri Agus Heru Prasetyo, di Sukoharjo Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018).

Jaringan itu dikendalikan oleh S, seorang napi asal Pekalongan. Hasil penyidikan sementara, lanjut Agus Heru, mereka sudah terlibat dalam jaringan tersebut kurang lebih setahun. Bahkan materi yang sudah diperoleh dari hasil transaksi barang haram tersebut nominalnya mencapai ratusan juta.

 Kepala Rumah Tahanan Klas IIB Purworejo Terlibat Kasus TPPU Bisnis Narkotika dengan Sancai

"Dia masuk dalam jaringan narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas. Hasil penyidikan mereka sudah terlibat kurang lebih setahun lamanya," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, CAS kepala LP Purworejo sendiri sudah diamankan pada Senin (15/1/2018) lalu sekira pukul 12.30 WIB bersama dengan tersangka narkoba lain yang terlibat dan masing-masing memiliki peran yang berbeda terkait tindak pidana tersebut.

(Baca juga: Punya Hubungan Dekat, Kepala Rutan Purworejo Panggil Sancai "Bos")

Diberitakan sebelumnya, CAS ditangkap karena diduga menerima aliran dana tersangka kasus pengendalian narkotika bernama Kristian Jaya Kusuma alias Sancai. Sancai telah dipenjara di Lapas Narkotika Nusakambangan dan mengenal CAS selaku KPLP Lapas Nusakambangan.

Penangkapan CAS berlangsung pada Senin 15 Januari 2018, di kawasan dekat Rutan Purworejo. Selanjutnya, dia dibawa dan menjalani pemeriksaan intensif di Kantor BNN Jateng, Semarang. Dia dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini