Koordinator Lapangan, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan aksi tersebut diikuti 147 Ormas dan LSM dari seluruh Aceh, termasuk forum kepala desa dan mukim se kabupaten Aceh Utara.
Melalui aksi tersebut, mereka menuntut seluruh masyarakat Aceh menolak perilaku LGBT, kemudian Aceh menentang segala bentuk intervensi dari pihak manapun baik nasional maupun internasional terkait penerapan syariat islam, khususnya dalam pembinaan perilaku penyimpang LGBT di Aceh.
"Masyarakat Aceh bersama Untung Sangaji, mendukung pembinaan LGBT yang dilakukan Kapolres sebagai bentuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan kaum waria yang populasinya terus bertambah di Aceh Utara," ujar Marsyuddin kepada wartawan.
(Baca Juga: 12 Waria Kembali Macho Usai Mendapat Pembinaan)
Selain itu, mereka juga menuntut Polda Aceh beserta Pemerintah Aceh menidak tegas perilaku LGBT, serta dilanjutkan pembinaan secara proposional dan professional, hingga pelatihan dan penyediaan lapangan kerja bagi pelaku LGBT tersebut.