BERLIN – Kepala Badan Intelijen Jerman, Hans-Georg Maassen, mengklaim Korea Utara mendapatkan peralatan dan teknologi untuk program nuklir serta rudal balistik dari kedutaan besar mereka yang berada di Berlin. Klaim tersebut didasarkan pada maraknya aktivitas pengadaan barang di Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Utara di Berlin.
“Kami telah mencatat banyak sekali aktivitas pengadaan barang yang berasal dari kedutaan. Dari sudut pandang kami, barang-barang itu untuk program rudal dan juga beberapa untuk program nuklir,” ujar Hans-Georg Maassen dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, mengutip dari The Guardian, Minggu (4/2/2018).
Edisi lengkap wawancara itu akan ditayangkan oleh stasiun televisi ARD pada Senin 5 Februari. Akan tetapi, nukilan wawancara sudah dirilis sejak Sabtu 3 Februari. Meski kegunaan sebenarnya dari teknologi itu tidak disebut secara rinci, Maassen menduga barang tersebut digunakan untuk kepentingan militer dan sipil.
“Ketika kita melihat benda-benda semacam itu, kita akan menghentikannya. Akan tetapi, kita tidak dapat memberi jaminan mengungkap serta menggagalkan setiap percobaan,” sambung Hans-Georg Maassen.
Badan Intelijen Jerman (BfV) mengumpulkan bukti-bukti tersebut dari pengadaan barang teknologi pada 2016 dan 2017. BfV mengungkapkan, pada 2014 seorang diplomat Korea Utara berupaya memperoleh peralatan yang digunakan dalam pengembangan senjata kimia dari Jerman.