Image

Myanmar: Aparat Pembunuh 10 Orang Etnis Rohingya Akan Ditindak

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 11 Februari 2018 18:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 11 18 1857932 myanmar-aparat-pembunuh-10-orang-etnis-rohingya-akan-ditindak-Ktznpu8Weg.JPG Foto 10 orang etnis Rohingya yang diambil pada 2 September 2017 di Desa Inn Din (Foto: Reuters)

YANGON – Pemerintah Myanmar memastikan akan melakukan tindakan terhadap 10 orang aparat keamanan yang terlibat dalam pembunuhan etnis Rohingya di Rakhine State. Namun, tindakan tersebut bukan untuk laporan kuburan massal yang ditemukan oleh media.

Reuters pada Jumat 9 Februari lalu mengabarkan sejumlah kejadian yang berakhir dengan pembunuhan terhadap etnis Rohingya terjadi di Desa Inn Din, Rakhine. Para korban lantas dimakamkan secara massal setelah dipukuli atau ditembak hingga mati oleh tetangga mereka serta tentara.

“Tindakan sesuai hukum yang berlaku akan diambil terhadap tujuh orang tentara, tiga orang polisi, dan enam warga desa sebagai bagian dari investigasi pihak tentara yang dilakukan sebelum laporan tersebut,” ujar juru bicara pemerintah Myanmar, Zaw Htay, dinukil dari Reuters, Minggu (11/2/2018).

“Penangkapan itu bukan karena berita dari Reuters. Investigasi sudah dilakukan bahkan sebelum berita itu muncul,” imbuh Zaw Htay. Akan tetapi, ia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut tindakan macam apa yang dilakukan terhadap 16 orang tersebut.

BACA JUGA: Militer Myanmar Akui Membunuh 10 Orang Etnis Rohingya 

Pada 11 Januari, militer Myanmar menerangkan, 10 orang etnis Rohingya itu termasuk dalam kelompok 200 orang teroris yang menyerang aparat keamanan. Sejumlah warga desa menyerang puluhan orang itu dengan pedang sementara tentara menembaknya hingga mati.

Pengakuan versi militer Myanmar itu bertolak belakang dengan kesaksian yang diberikan oleh saksi mata kepada Reuters. Mereka mengatakan tidak ada serangan terhadap aparat keamanan di Desa Inn Din. Salah seorang etnis Rohingya menuturkan, 10 orang itu diambil secara paksa dari ratusan pria, wanita, dan anak-anak yang berusaha mencari perlindungan di pantai dekat desa tersebut.

Sebagaimana diketahui, Rakhine State kembali bergejolak setelah serangan yang dilakukan kelompok militan ARSA ke pos-pos perbatasan pada akhir Agustus 2017. Serangan tersebut dibalas dengan agresi militer besar-besaran yang memicu eksodus sekira 690 ribu etnis Rohingya ke Bangladesh.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini