nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partai ANC Gelar Sidang Tentukan Nasib Presiden Afsel

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 17:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 12 18 1858334 partai-anc-gelar-sidang-tentukan-nasib-presiden-afsel-YvXAqraa63.JPG Wakil Presiden Cyril Ramaphosa (kiri) bersama Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (Foto: Mike Hutchings/Reuters)

CAPE TOWN – Komite Eksekutif Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) dijadwalkan menggelar sidang luar biasa untuk menentukan nasib Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma. Komite partai politik berkuasa itu diyakini akan mendesak Presiden Jacob Zuma agar segera mundur dari jabatannya.

Ketua Partai ANC, Cyril Ramaphosa mengatakan, isu posisi Jacob Zuma di partai menyebabkan perpecahan serta perselisihan. Ia memastikan bahwa komite eksekutif akan bertemu pada Senin (12/2/2018) siang waktu setempat untuk mengambil kebijakan strategis.

“Kami tahu Anda menginginkan penutupan. Seperti yang sudah Anda dengar, Komite Eksekutif Nasional ANC akan bertemu besok. Dan karena rakyat ingin urusan ini diselesaikan, maka ANC akan melakukannya,” ujar Cyril Ramaphosa dalam peringatan 100 tahun hari lahir Nelson Mandela di Cape Town pada Minggu 11 Februari, dinukil dari BBC.

Wakil Presiden Afrika Selatan itu menambahkan, ANC saat ini mengalami periode kesulitan, perpecahan, dan perselisihan. Ramaphosa ingin agar periode tersebut segera digantikan dengan era yang baru. Ia juga sempat menyentil Zuma dengan mengatakan bahwa Afrika Selatan harus memegang teguh nilai-nilai yang diajarkan Nelson Mandela.

“Kita harus bekerja sama sebagaimana Madiba (nama lain Mandela) mengajarkan kita untuk menekan kemiskinan, pengangguran, dan ketidakdilan,” ujar Cyril Ramaphosa.

BACA JUGA: Presiden Afsel Siap Mundur jika Syarat Dipenuhi 

Ucapan tersebut seakan menyentil Jacob Zuma yang selama sembilan tahun memerintah di Afrika Selatan digoyang oleh skandal korupsi. Pria berusia 75 tahun itu diduga berkolusi dengan keluarga Gupta yang merupakan teman dekatnya. Keluarga keturunan India itu disebut memanfaatkan hubungan dengan Zuma demi memenangkan sejumlah proyek di Afrika Selatan.

ANC pada Rabu lalu menunda pertemuan penting untuk membahas nasib Presiden Jacob Zuma. Sebab, posisi sang presiden semakin lemah setelah digantikan sebagai Ketua Partai ANC oleh Wakil Presiden Cyril Ramaphosa sejak Desember 2017.

Gerakan politik kulit hitam paling besar di Afrika Selatan itu saat ini menghadapi masalah dualisme kepemimpinan. Cyril Ramaphosa berkuasa sebagai ketua partai sementara Jacob Zuma tetap menjadi kepala negara. Jika Komite Eksekutif Nasional ANC membulatkan suara untuk meminta agar Zuma mundur, maka permintaan itu akan sulit ditolak meski masa jabatannya baru akan berakhir pada 2019.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini