Image

Usut Suap Pengadaan Pesawat, KPK Kembali Periksa Direktur Produksi PT Citilink

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 10:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1858743 usut-suap-pengadaan-pesawat-kpk-kembali-periksa-direktur-produksi-pt-citilink-ElgMQHWqtR.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan serta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan ‎suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan Rolls Royce.

Salah satu saksi yang kembali dijadwalkan untuk dimintai keterangannya oleh tim penyidik yakni Direktur Produksi PT Citilink ‎Indonesia Hadinoto Soedigno. Ia diperiksa sebagai saksi ketika menjabat direktur teknik PT Garuda Indonesia pada periode 2007–2012.

Hadinoto akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/2/2018).

(Baca: KPK Periksa Direktur Produksi PT Citilink Terkait Suap Pesawat)

Selain Hadinoto, KPK juga memanggil dua saksi yang merupakan pegawai PT Garuda Indonesia. Keduanya adalah Victor Agung Prabowo dan Capt Agus Wahjudo seorang pensiunan. "Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA," jelas Febri.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini KPK sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan raksasa dunia Rolls Royce.

Dua tersangka tersebut yakni mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar; dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo, sekaligus Bos PT MRA. Namun, keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini