nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Direktur Produksi PT Citilink Terkait Suap Pesawat

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 06 Februari 2018 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 06 337 1855340 kpk-periksa-direktur-produksi-pt-citilink-terkait-suap-pesawat-Z6UaBvqikz.JPG Febridiansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Produksi PT Citilink ‎Indonesia, Hadinoto Soedigno, pada hari ini. Dia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan Rolls Royce.

Sedianya, Hadinoto akan digali keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi ketika menjabat Direktur Tehnik PT Garuda Indonesia periode 2007-2012. Dia diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (6/2/2018).

 (Baca: KPK Panggil Dirut PT Garuda Indonesia Terkait Suap Pesawat)

Selain Hadinoto, KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya yakni, dua pegawai PT Garuda Indonesia, Rajendra Artawiria dan Reanindita, serta pensiunan pegawai PT Garuda In‎donesia, Capt. Agus Wahjudo.

"Mereka juga diperiksa sebagai saksi untu tersangka ESA," tukas Febri.

Disinyalir, empat saksi tersebut mengetahui alur serta kronologis dugaan suap pembeliaan pesawat dan mesin pesawat dari Rolls Royce Plc.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus A330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.

Dua tersangka tersebut yakni, mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sekaligus Bos PT MRA. Namun keduanya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini