Image

KPK Tetapkan Anggota DPR Fayakhun Tersangka Suap Proyek Bakamla

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 337 1859693 kpk-tetapkan-anggota-dpr-fayakhun-tersangka-suap-proyek-bakamla-RfLYo98pJz.jpg Politisi Golkar, Fayakhun (foto: Sindo)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan anggota DPR RI, Fayakhun Andriadi ‎sebagai tersangka baru terkait kasus dugaan suap pemulusan anggaran proyek satelit monitoring (satmon) pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan perkara ini ke tingkat penyidikan dan menetapkan seorang sebagai tersangka yakni FA, Anggota DPR," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

‎Menurut Alex, Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan 1 persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

 (Baca juga: Golkar Pastikan Acara Munas Tak Kecipratan Uang Korupsi Bakamla)

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar 300 ribu Dollar Amerika. Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

"FA menerima fee atau imbalan atas jasa memuluskan anggaran pengadaan satelit monitorin di Bakamla pada tahun anggaran 2016," jelasnya.

 (Baca juga: Kasus Korupsi Satelit Monitoring, Fayakhun Sebut Kenal Stafsus Bakamla dari TB Hasanuddin)

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali tahapan.

Atas perbuatannya, Fayakhun disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b‎ atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini