nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Diminta Awasi Hotel-Hotel di Momen Valentine Day

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 338 1859281 pemprov-dki-diminta-awasi-hotel-hotel-di-momen-valentine-day-ALtn3ntT4V.jpg Ilustrasi hotel. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengimbau jajaran Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan pengawasan lebih terhadap hotel-hotel yang ada di Ibu Kota agar tidak digunakan oleh para remaja sebagai tempat melampiaskan nafsunya dengan dalih memperingati Valentine Day. Sebab, pihaknya sangat menyayangkan bila nanti ada laporan penjualan alat kontrasepsi meningkat di momen tersebut.

"Maka harus pihak aparat, Pemprov DKI, harus memberikan pengawasan. Hotel-hotel juga harus diawasi. Dalam Islam, seks bebas itu haram," tegas Suhaimi, di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Ia menambahkan, pihaknya tak ingin melihat remaja Islam di DKI kian terjurumus dengan budaya Hari Kasih Sayang. Padahal dalam Islam sendiri, jelas tidak ada kultur untuk memperingatinya.

Menurut dia, kasih sayang antarumat manusia tidak hanya berlangsung pada satu hari, melainkan harus dilakukan setiap saat dan tak ada batasnya. "Enggak boleh mengatasnamakan Valentine kemudian bebas. Anak-anak remaja kita harus tahu tentang itu," imbuhnya.

(Baca: Alasan MUI Setuju Larang Perayaan Valentine Day di Indonesia)

Lebih lanjut ia menegaskan, pihaknya mengimbau kepada seluruh orangtua agar melarang anak-anaknya memperingati Valentine Day. Sebab, kini beredar informasi perayaan hari yang identik penuh dengan kasih sayang itu digunakan untuk melakukan hubungan seks bebas antarremaja yang belum diikat dalam suatu pernikahan.

"Terutama kepada orangtua harus menjaga anak-anaknya cara bergaul tidak secara bebas. Berkasih sayang yang tidak wajar itu tentu harus dihindari, bukan budaya kita," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan tidak setuju dengan adanya Valentine Day karena lebih berdampak negatif ketimbang efek positifnya.

"Ya kalau Valentine itu membawa ketidakbaikan, kerusuhan, melanggar moralitas, pergaulan bebas, memang sebaiknya dilarang," kata KH Ma'ruf Amin di kantornya, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018.

KH Ma'ruf Amin menyebutkan, jika ada wali kota yang melarang Valentine Day pasti memiliki sebuah alasan kuat. Ia mengatakan, wali kota maupun bupati di setiap daerah harus melihat kerawanan jika diperbolehkan perayaan Hari Kasih Sayang ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini