Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akhirnya menerjunkan pawang Harimau asal Aceh untuk memburu hewan predator yang telah menewakan karyawati perusahaan sawit PT THIP (Tabung Haji Indo Plantation) di Kabupaten Inhil, Riau.
"Iya kita datangkan pawang dari Aceh. Ini bagian upaya kita untuk menangani harimau tersebut," ucap Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriati Rabu (14/2/2018).
Pawang harimau tersebut saat ini sudah tiba di perkebunan sawit PT THIP di Pelangiran Kabupaten Inhil. Lokasi tersebut merupakan diterkamnya Jumiati (33) karyawati perusahaan perkebunan sawit tersebut. Lokasi itu juga tempat beberapa kali petugas memantau harimau tersebut.
Pawang harimau tersebut adalah Sarwani. Bagi pihak BBKSDA sosok Sarwani bukan asing karena dia beberapa kali menangani masalah penangkapan harimau.
"Sarwani ini merupakan pegawai dari BBKSDA Aceh. Dia sudah biasa menangani harimau,"tukasnya.
Dian menepis bahwa mendatangkan pawang dari Aceh bukan karena BBKSDA Riau tidak mampu, tetapi adalah karena untuk mempermudah penangannya. Mengingat upaya penangkapan sudah berjalan 40 hari.