nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Presiden Jokowi Hanya Minta Disajikan Tahu-Tempe saat Kunker di Makassar

Prayudha, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 08:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 340 1859871 ketika-presiden-jokowi-hanya-minta-disajikan-tahu-tempe-saat-kunker-di-makassar-ncwjBteQae.jpg Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana. (Foto: Okezone)

MAKASSAR – Presiden Joko Widodo melanjutkan perjalanan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, setelah melakukan kunjungan kerja di Kota Ambon, Maluku. Kepala Negara diketahui memiliki jadwal cukup padat dalam kunker kali ini.

Ia akan membagikan ratusan sertifikat tanah kepada warga. Namun ternyata, ada hal unik di balik kunjungan Presiden Jokowi di Sulsel tersebut.

(Baca: Usai dari Ambon, Jokowi Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Makassar)

Orang nomor 1 di Republik Indonesia tersebut dijadwalkan menginap di Hotel Rinra Makassar selama kurang lebih dua hari. Tetapi di hotel bintang empat itu, ia hanya minta disajikan makanan yang biasa disantap sehari-hari, yakni tahu dan tempe saja.

Presiden Jokowi bersalaman dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Biro Pers Setpres)

"Pihak istana sendirinya sudah memesan bahwa hidangan yang akan disajikan hanyalah tahu, tempe, dan tumis kangkung. Hal itu dikarenakan bentuk kesederhanaan Beliau," kata Abdul Azis Munawir, assistant marcom manager Hotel Rinra, saat dikonfirmasi, Rabu 14 Februari 2018.

(Baca: Selama di Sulsel, Ini Daerah yang Akan Dikunjungi Jokowi)

Diketahui, sebelum tiba di Sulsel, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana bertolak dari Kota Ambon setelah menghadiri Kongres ke-30 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang diselenggarakan di Universitas Pattimura (Unpatti).

Presiden Jokowi sendiri menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 bersama rombongan dan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekira pukul 18.40 Wita. Turut mendampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy; serta Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini