KOBAR - Kebakaran lahan hebat terjadi di Jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng sejak Minggu 18 Februari 2018 hingga hari ini. Saat ini kebakaran lahan sudah mencapai ratusan hektare.
“Kemarin masih di kilometar 12 arah Kolam sari Pangkalan Bun, hari ini sudah mencapai ke kilometer 16 hingga 18. Kalau ditotal sudah ratusan hektare,” ujar Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun yang juga Satgas Karhutla wilayah Barat Kalteng, Letkol Inf Wisnu Kuriawan melalui Kasdim Mayor M Muchlis, Senin (19/2/2018).
Saat ini tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, relawan, Manggala Agni BKSDA Kalteng SKW II Pangkalan Bun, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kobar dan TNI-Polri terus berjibaku memadamkan api yang terus membara.
“Jika lokasi kebakaran masih dekat dengan jalan dan selang mobil damkar bisa masuk langsung kita atasi, kalau yang di dalam tim masih mencari cara. Karena jika hanya menggunakan alat damkar portabel akan sia sia karena di dalam juga tidak ada air,” tuturnya.
Saat ini satgas Karhutla sudah melapor ke Bupati Kobar Nurhidayah untuk segera meminta bantuan helikopter ke BNPB supaya kebakaran ini bisa cepat teratasi.
“Jika tidak cepat bisa melebar ke mana mana. Karena hanya dengan helikopter kebakaran di area dalam bisa diatasi. Apalagi ini lahan bergambut, akan lebih sulit,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Bandara Iskandar Pangkalan Bun , Lukman Soleh mengatakan, hari ini hot spot yang trerpantau satelit Terra Aqu ada di Kecamatan Arut Selatan dan di Kecamatan Kolam.
“Asap secara cuaca tidak begitu significant mengganggu penerbangan. Tapi sudah mulai terlihat tipis kabut asap di wilayah Kota Pangkalan Bun sejak pagi hari. Hanya beberapa menit saja delay dikarenakan visibility menurun. Asap hilang secara significant tunggu hujan dan angin kencang pada ketinggian 5.000 feet,” ujar Luan saat dikonfirmasi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.