Deddy Mizwar Sebut Pendukung Ridwan Kamil Membelot Tanpa Diminta

Oris Riswan, Okezone · Selasa 20 Februari 2018 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 20 525 1862306 deddy-mizwar-sebut-pengusung-ridwan-kamil-membelot-tanpa-diminta-VyYv1gvHEo.jpg Deddy Mizwar (Foto: Okezone)

BANDUNG - Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mendapat dukungan dari sejumlah kader PPP, PKB, dan Hanura. Padahal, ketiga partai politik itu merupakan partai pengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu).

Pria yang akrab disapa Demiz itu pun tidak tahu bagaimana proses awal kenapa mereka memilih mendukung pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi 4 Jabar).

Tapi, ia mendapat informasi dari Komarudin Taher sebagai Ketua Tim Partai Konspirasi (gabungan kader PPP, PKB, dan Hanura), bahwa alasan membelot itu karena kekecewaan terhadap pasangan Rindu.

"Enggak tahu saya. Jadi, latar belakang yang Pak Komeng (sapaan Komarudin Taher) sampaikan kemarin karena kekecewaan terhadap paslon yang didukung tapi tidak pernah menjalin silaturahim dengan kader partai, bahkan tidak pernah datang ke DPD-nya," kata Demiz di Posko Pemenangan Deddy-Dedi 4 Jabar, Kota Bandung, Selasa (20/2/2018).

(Baca Juga: Akan Ada Sawah Abadi di Jawa Barat Jika Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi Memimpin)

Hal berbeda justru dilakukan Demiz. Sebelum diusung oleh partai pengusung saat ini, Demiz pernah mendatangi Kantor DPW PPP Jawa Barat dan bersilaturahmi dengan para pengurus dan kader. Tidak hanya ke PPP, Demiz juga mengunjungi seluruh partai.

Ia pun tak khawatir mendapat cap perebut kader parpol pengusung pasangan lain. Sebab, ia tidak meminta didukung oleh mereka. Dukungan itu justru datang sendiri.

"Kita enggak pernah minta. Mereka datang sendiri dan mengundang saya (kemarin). Saya enggak pernah tahu, saya diundang. Bukan saya yang mendeklarasikan," jelasnya.

(Baca Juga: Didukung Kader Parpol Pengusung Ridwan Kamil, Deddy Mizwar: Itu Hak Mereka)

Sementara sebelum didukung kader dari ketiga parpol itu, Demiz sudah mendapat dukungan dari Demokrat dan Golkar sebagai partai pengusung. Perindo dan PKPI pun turut bergabung dengan status sebagai partai pendukung.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini