"Itu saya cerita dari Andi," jawab Anang kepada Jaksa.
Anang pun menjelaskan, bahwa sebelumnya, dia dan Andi Narogong sering disalahkan oleh orang Golkar karena pemeriksaan audit tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, setelah dimasukkan orangnya Setnov di BPK, maka audit BPK dapat berjalan dengan mulus.
(Baca juga: Bos PT Java Trade Sebut 'SN Group' Dapat Jatah 7% dari Proyek E-KTP)
"Relasi (BPK) dengan Pak Nov karena Andi bilang proyek ini harus aman. Supaya pemeriksaan beres. Tahun sebelumya kami bekerja bener aja, kami disahalahin. Jadi kita pengen diperiksa sesuai apa yang kita kerjakan," pungkasnya.
(Ulung Tranggana)