Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Karhutla di Kalteng Berkurang, Status Darurat Siaga Diturunkan Jadi Siaga

Sigit Dzakwan , Jurnalis-Minggu, 25 Februari 2018 |05:40 WIB
Karhutla di Kalteng Berkurang, Status Darurat Siaga Diturunkan Jadi Siaga
Petugas siaga di lokasi kebakaran hutan Kalteng (Foto: Sigit Dzakwan)
A
A
A

KOTAWARINGIN BARAT - Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam tiga hari terakhir terus diguyur hujan ringan hingga lebat. Kondisi ini berdampak mulai hilangnya titik api (hotspot).

Kepala BPBP Kobar Hermon F Lion mengatakan, terjadinya hujan dalam tiga hari terakhir berdampak baik hilangnya hotspot di Kobar. Kebakaran lahan juga sudah mulai padam, dan status Karhutla di Kobar yang sebelumnya berstatus Siaga Darurat dimungkinkan untuk turun status menjadi Siaga.

"Hotspot nihil, meski demikian tim akan terus siaga, mungkin statusnya saja yang akan berubah dari siaga darurat menjadi siaga," ujar Hermon saat dikonfirmasi awak media di kawasan lahan rawan terbakar, arah Jalan Kota Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kotawaringin Lama, tepatnya di Km 12 Pangkalan Bun, Sabtu (24/2/2018).

Hermon menambahkan, meski demikian tim pemadam api masih stanby 24 jam jika dibutuhkan. mengingat tekstur tanah yang terbakar adalah kawasan gambut di mana karhutla masih terus mengancam.

"Untuk yang dilapangan kami stanby-kan di posko masing-masing, tapi ketika situasi nanti dibutuhkan, maka kita ke terjun ke lapangan dengan kondisi siap,” katanya.

(Baca Juga: Asap Kebakaran Lahan di Kalimantan Tengah Membentuk Pusaran Puting Beliung)

Kepala Manggala Agni Daos III Pangkalan Bun, Binsar Oktavinaus Togatorop mengatakan, untuk daerah rawan karhutla khususnya di Kobar, ada dua wilayah yang sudah dipetakan, pertama adalah Jalan arah Kota Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam, di mana notabene kiri dan kanan jalanya merupakan areal gambut, kemudian juga wilayah areal pesisir pantai.

"Karena kebakaran di wilayah pesisir juga berdampak cukup berat, lantaran asap yang ditimbulkan cenderung mengarah ke dalam kota akibat tiupan angin dari laut,” katanya.

Binsar mengatakan, pihaknya memang menjaga betul wilayah Jalan Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam dan pesisir pantai dari bencana Karhutla.

"Daerah pantai yang menjadi perhatian kami adalah wilayah pantai Kubu, Sungai Bakau, Keraya, dan Sebuai, sedangkan di dalam Kota kami fokus di jalan Kolam," jelasnya.

Binsar menjelaskan, pada dasarnya kebakaran terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu kebakaran atas, kebakaran permukaan tanah, dan kebakaran di bawah (gambut).

"Jadi, pada lokasi kebakaran lahan di Km 10 sampai Km 14 dan Km 32 di Jalan Kolam, yang sudah kita padamkan bersama tim kemarin, type-nya adalah kebakaran di bawah (gambut).”

Ditambahkannya, kebakaran gambut memang tidak terpantau langsung oleh hotspot, untuk itu diperlukan pengecekan rutin ke lapangan pascalahan terbakar, serta patroli bersama tim gabungan mengecek titik api baru yang disebabkan oleh kebakaran gambut yang merambat dari bawah ke lahan lainnya.

"Hari ini kegiatan difokuskan untuk moving up, karena kemarin pemadaman dibantu oleh turunnya hujan, kami lakukan pemeriksaan kembali di areal yang terbakar apakah masih ada bara api atau kemungkinan lain yang bisa menyebabkan api kembali membesar," katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement