nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dedi Mulyadi Dicurhati Warga Bekasi soal Banjir Tahunan

Wijayakusuma, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 525 1866020 dedi-mulyadi-dicurhati-warga-bekasi-soal-banjir-tahunan-i8YC6D3Ngp.jpg Dedi Mulyadi (foto: Ist)

BEKASI - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi mendengarkan curhatan warga di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, terkait banjir yang kerap melanda permukiman mereka saat musim penghujan tiba.

Dedi yang memang khusus datang untuk menyapa dan berdialog dengan warga setempat, mendengarkan secara seksama satu persatu keluhan yang dilontarkan warga.

(Baca Juga: Ketua Panwaslu dan Komisioner KPU Garut Kena OTT, Deddy Mizwar: Apa Kata Dunia?)

"Warga disini udah capek, kalo musim hujan pasti banjir terus. Udah langganan tiap tahun," keluh Karnah (56), salah satu warga setempat di hadapan Dedi Mulyadi, Rabu (28/2/2018).

Dedi Mulyadi di Desa Srimahi, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi (foto: Ist)

Sementara Mahmudin (45), mengharapkan pemerintah dapat memberikan solusi terkait banjir, tanpa perlu melakukan penggusuran. "Kalau bisa solusinya itu tanpa menggusur pak, ngeri kalau dengar gusur-menggusur itu. Kami disini berharap perbaikan, bukan penggusuran," kata pria yang sudah menetap selama puluhan tahun di desa tersebut.

Setelah mendengarkan curhatan warga, Dedi yang dikenal responsif langsung memberikan solusi yang dianggap tepat untuk masalah banjir di wilayah itu.

Menurutnya, permukiman warga perlu ditambah ketinggiannya, untuk menghindari masuknya banjir. Selain itu, normalisasi sungai juga harus dilakukan, karena aliran air yang sudah dangkal dan dipenuhi sampah, dianggap menjadi faktor utama penyebab banjir.

"Masalah utamanya sebenarnya ada pada sungai. Ini kan kasihan, sungai disini sudah kotor dan dangkal, sementara posisi rumah warga ada di bawah, ya banjir. Jadi, bapak ibu, nanti rumahnya ditinggikan, dibuat pola perkampungan, nanti dibikin sama," jelasnya.

Dedi menjelaskan, normalisasi yang dilakukan harus secara holistik dari hulu sampai hilir. Karena jika hanya menormalisasi bagian hilir saja, maka lumpur dari bagian hulu sungai nantinya akan turun perlahan ke bagian hilir, sehingga menyebabkan proses normalisasi menjadi tidak efektif.

(Baca Juga: Dedi Mulyadi Prihatin Minimnya Fasilitas dan Akses Kesehatan di Bekasi)

"Setelah normalisasi dilakukan, harus dilanjutkan dengan program kebersihan masyarakat. Sanitasi masyarakat harus layak dan bersih, sehingga kebersihan sungai tetap terjaga," imbuhnya.

Di sela-sela kunjungannya, Dedi Mulyadi juga menyempatkan diri menengok salah seorang warga yang sedang mengalami sakit parah, dan memberikan bantuan pengobatan kepada warga yang bersangkutan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini