Nenek Penganiaya TKI di Hong Kong Ditangkap Polisi

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 13:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 02 18 1866945 nenek-penganiaya-tki-di-hong-kong-ditangkap-polisi-Fyyvs7AxBp.jpg Nenek berusia 79 tahun (berbaju ungu) ditangkap usai menganiaya TKI di Hong Kong (Foto: Time News International/Facebook)

JAKARTA – Kasus penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara asing kembali terjadi. Kali ini, seorang TKI nekat menyiarkan langsung video penganiayaan yang dilakukan oleh majikannya di Hong Kong lewat jejaring sosial Facebook.

Video penyiksaan tersebut langsung menjadi viral. Pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Hong Kong bergerak cepat menangani kasus tersebut setelah mendapatkan laporan dari seorang rekan korban. Pelaku, seorang nenek berusia 79 tahun, juga sudah berhasil ditangkap oleh aparat keamanan.

“Segera setelah mendapat info tersebut dari seorang rekan korban, KJRI berkoordinasi dengan Kepolisian Hong Kong,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, dalam pesan singkat kepada Okezone, Jumat (2/3/2018).

“Tadi malam (Kamis 1 Maret-red), pelaku, nenek berusia 79 tahun sudah ditahan dengan tuduhan penyiksaan dan ancaman pembunuhan. KJRI terus memonitor kasus ini dan memberikan pendampingan kepada korban,” imbuh Iqbal.

BACA JUGA: TKI di Hong Kong Dipukuli Majikan dan Diancam Dibunuh 

Sebagaimana diberitakan, insiden itu diketahui terjadi di Hong Kong pada 28 Februari tengah malam waktu setempat. Belum diketahui dengan pasti apa yang menyebabkan sang majikan marah besar kepada pembantunya. Namun, di awal video TKI itu sempat mengeluh majikannya masuk ke kamar ketika ia sudah siap tidur.

Si majikan lantas mengatakan pembantunya itu tidak berguna. TKI itu membalas dengan mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja dengan baik dan mematuhi semua perintahnya. Nenek itu kemudian mulai memarahi dan memukul pembantunya.

Pada satu kesempatan, TKI itu mengungkapkan perasaannya usai dipukuli oleh majikannya dalam bahasa Jawa. Si majikan semakin marah ketika mengetahui pembantunya berbicara dalam bahasa yang tidak diketahuinya. Perempuan berambut putih itu lantas mengamuk dan meminta TKI itu berbicara dalam bahasa lokal, yaitu bahasa China.

Video penyiksaan tersebut sudah ditonton lebih dari 800 ribu kali sejak diunggah pada 28 Februari tengah malam waktu setempat. Di laman Facebook Time News International saja, video itu sudah disaksikan lebih dari 300 ribu kali, dikomentari lebih dari 3 ribu pengguna, dan dibagikan sebanyak 9.300 kali.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini