nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IJTI Deklarasi Tolak Siarkan Berita Hoaks dan SARA demi Pilkada Damai 2018

Jum'at 02 Maret 2018 17:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 02 337 1867122 ijti-deklarasi-tolak-siarkan-berita-hoaks-dan-sara-demi-pilkada-damai-2018-CAO9gow09A.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mendeklarasikan seruan moral untuk mewujudkan Pilkada Damai 2018. IJTI siap menjunjung independensi, menyampaikan fakta, merawat kebhinekaan dan mencegah berita hoaks saat meliput pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Deklarasi dan Seruan Moral itu dibacakan dalam acara di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018).

Ketua Dewan Pertimbangan IJTI, Imam Wahyudi mengatakan, berbagai peristiwa negatif yang melemahkan demokrasi lewat pelaksanaan pilkada serentak. Lebih dari itu, rakyat sebagai pemegang kedaulatan, tidak diberikan kebebasan untuk memilih pemimpin yang tepat.

“Mereka cenderung dipaksakan kelompok tertentu dengan berbagai iming-iming dan disertai sejumlah tekanan, intrik yang ditandai pula dengan menyebarnya isu, kabar, dan informasi simpang siur yang jauh dari kebenaran atau hoaks,” ujar Imam seperti dikutip dari iNews.id.

Kemudian, Imam membacakan lima poin Deklarasi dan Seruan Moral untuk Pilkada Damai.

Pembacaan deklarasi ini diikuti Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana bersama jajarannya, jajaran pimpinan dan direksi pemberitaan, serta komisioner KPU Wahyu Setiawan. Selain itu, Karo Penmas Divisi Mabes Polri M Iqbal, Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin, dan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

Berikut lima poin dalam deklarasi tersebut;

Pertama: Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia berjanji merawat, menjaga serta menjalankan prinsip-prinsip independensi dalam setiap peliputan pilkada serentak di seluruh Indonesia.

Kedua: Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia berkewajiban menyampaikan fakta dan peristiwa yang sebenarnya manakala melakukan peliputan pilkada serentak dengan memegang teguh prinsip-prinsip cover both side (berimbang).

Ketiga: Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia berkewajiban untuk tidak menyampaikan berita bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan kekisruhan atau kekacauan di masyarakat.

Empat: Kami anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia berkewajiban merawat atau menjaga dan memperjuangkan kebhinekaan Indonesia dengan tidak menyiarkan informasi yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang bisa menimbulkan perpecahan.

Kelima: Kami ikatan Jurnalis Televisi Indonesia berjanji memegang teguh amanat Undang-Undang Penyiaran, kode etik, serta pedoman perilaku penyiaran dan Standar program siaran (P3SPS) dalam peliputan pilkada serentak.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini