Harimau Sumatera Berkeliaran, Desa di Mandailing Natal Mencekam

Liansah Rangkuti, Okezone · Sabtu 03 Maret 2018 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 03 340 1867424 harimau-sumatera-berkeliaran-desa-di-mandailing-natal-mencekam-Dd1gvUIaRo.jpg Ilustrasi. (Foto: WWF)

MADINA - Sudah sebulan lebih Desa Hatupangan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) berada dalam kondisi mencekam.

Warga terpaksa berhenti berladang lantaran harimau sumatera masih berkeliaran di sekitar pemukiman mereka. Warga kian ngeri karena baru-baru ini ditemukan jejak sang raja hutan di dekat sekolah. Murid SD di Desa Hatupangan pun sempat diliburkan menyusul ditemukannya jejak binatang
buas yang hampir punah itu.

"Sudah satu bulan lebih warga masih dicekam ketakutan, warga menghentikan aktivitas berladang karena bekas tapak kaki harimau masih jelas terlihat di beberapa lokasi. Apalagi warga di sini sudah ada yang pernah diterkam harimau ganas itu," kata Dirmin (41), warga Desa Hatupangan kepada Okezone, Sabtu (03/03/218).

Dituturkan Dirmin, ketakutan kini sudah menjalar hingga ke Desa Aek Nangali, yang bersebelahan dengan desa mereka. Anak-anak sekolah di Desa Aek Nangali pun sering diliburkan.

(Warga Desa Hatupangan. Foto: Liansah/Okezone)

"Anak-anak itu takut karena juga menemukan bekas tapak kaki harimau di belakang gedung sekolah mereka," ungkap Dirmin.

(Baca juga: BKSDA Riau Turunkan Pawang Buru Harimau Penerkam Karyawati Perusahaan Sawit)

Kondisi terparah berlangsung pada hari Rabu 28 Februari 2018. Kala itu, seluruh Murid SMPN 2
Batang Natal terpaksa dipulangkan karena ada yang melihat si raja rimba melintas di kawasan sekolah tersebut.

Mengingat kondisi itu, warga berharap pihak terkait bisa segera mengatasi ancaman harimau tersebut.

"Sebulan lalu salah satu warga kita sudah menjadi korban terkaman si raja rimba. Sebelum ada korban berikutnya, kami harap pemerintah atau instansi terkait segera mengatasi masalah ini," timpal Parlaungan (37), warga lainnya.

Menurut informasi yang dihimpun, diduga harimau buas itu turun gunung disebebabkan habitatnya rusak oleh tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini