(Warga Desa Hatupangan. Foto: Liansah/Okezone)
"Anak-anak itu takut karena juga menemukan bekas tapak kaki harimau di belakang gedung sekolah mereka," ungkap Dirmin.
(Baca juga: BKSDA Riau Turunkan Pawang Buru Harimau Penerkam Karyawati Perusahaan Sawit)
Kondisi terparah berlangsung pada hari Rabu 28 Februari 2018. Kala itu, seluruh Murid SMPN 2
Batang Natal terpaksa dipulangkan karena ada yang melihat si raja rimba melintas di kawasan sekolah tersebut.
Mengingat kondisi itu, warga berharap pihak terkait bisa segera mengatasi ancaman harimau tersebut.