Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Melongok Kehidupan Penderita Kusta di RS Kusta Alverno Singkawang

Ade Putra , Jurnalis-Selasa, 06 Maret 2018 |01:01 WIB
  Melongok Kehidupan Penderita Kusta di RS Kusta Alverno Singkawang
Foto: Istimewa
A
A
A

SEBAGIAN kecil masyarakat menganggap penyakit kusta adalah hal yang menjijikkan. Tak sedikit dari mereka menjauhi penderita kusta. Meski dinyatakan sudah sembuh, penderita kusta tetap terbuang dari lingkungannya.

Sebagai contoh, Marrie Bernad alias Bong Suni. Warga Kota Singkawang, Kalimantan Barat ini dulunya menderita kusta. Meski dia sudah sembuh, namun perempuan yang saat ini umur 92 tahun tersebut terpaksa jauh dari kampung halamannya. Karena dia tidak diterima di kampungnya, akibat image buruk oleh masyarakat mengenai kusta.

Beruntung ada Rumah Sakit Kusta Alverno Singkawang yang didirikan untuk menampung penderita atau orang yang pernah mengidap kusta.

"Saya sudah 65 tahun di sini. Saya tidak pernah lagi dijenguk keluarga," cerita Marrie Bernad, belum lama ini.

Bagi Marrie Bernard, tinggal di RS Kusta Alverno Singkawang jauh lebih menyenangkan. Karena rumah sakit khusus kusta itu sudah menjadi rumah baginya.

Selain Marrie Bernad, ada juga warga lainnya yang merasa nestapa dikucilkan ketika menyandang sebagai penderita kusta. Dialah Satiman.

"Stigma masyarakat terhadap penderita kusta memang sangat kita rasakan. Kita sulit untuk diterima kalau memang sudah terkena kusta," kata lelaki berusia 65 tahun itu.

Ayah enam anak dan enam cucu ini menceritakan, dulunya dia pernah bekerja sebagai sopir, namun cobaan datang pada medio 1980. Ia divonis terkena penyakit kusta yang akhirnya membuat dia harus dirawat di RS Kusta Alverno Singkawang.

"Saya terus berjuang untuk sembuh. Dan akhirnya kesembuhan itu bisa saya raih. Meskipun saya cacat. Namun setelah melalui bedah rekonstruksi, maka itu semua bisa diatasi," kisahnya.

Sementara itu, Direktur RS Kusta Alverno Singkawang, dr Barita Ompusunggu mengatakan, memang banyak penderita kusta yang dirawat dan akhirnya sembuh. Penderita kusta di sana berasal dari berbagai daerah di dalam maupun luar Kalimantan Barat.

"Di sini, selain dari Singkawang, ada juga dari Kabupaten Sambas, Melawi, Kota Pontianak dan daerah lainnya," jelas Barita.

Catatan rumah sakit, kata Barita, ada 79 orang yang sudah sembuh setelah diobati dan dirawat di RS Kusta Alverno Singkawang. Namun saat ini masih ada 17 penderita kusta yang masih harus minum obat kusta serta mendapat perawatan intensif.

"Mereka semuanya terbuang dan disisihkan dari masyarakat. Ada juga yang sudah sembuh akhirnya ditampung di rumah sakit ini karena masyarakat dan keluarga tetap menolaknya," terang Barita.

Ia menegaskan, orang yang menderita kusta tidak serta merta bisa menularkan penyakit itu secara langsung kepada lingkungan.

"Ini yang mesti dipahami masyarakat. Ketika bertemu orang yang menderita kusta bukan berarti langsung tertular, meskipun penyebabnya bakteri yang mirip bakteri penyakit TBC. Medium penyebarannya pun bukan melalui udara," tegasnya.

Lanjut dia menjelaskan, untuk kebutuhan obat-obatan para penderita kusta, saat ini semuanya ditanggung pemerintah. Sedangkan untuk makan dan minum pasien atau pun bagi mereka yang sudah sembuh, saat ini ditanggung pihak RS Kusta Alverno Singkawang dan para donatur.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement