Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Tahun di Yordania, TKI Asal Indramayu Tak Bisa Pulang

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Selasa, 06 Maret 2018 |10:21 WIB
10 Tahun di Yordania, TKI Asal Indramayu Tak Bisa Pulang
Ilustrasi pelindungan terhadap TKI. (Foto: Okezone)
A
A
A

INDRAMAYU – Sutiah (38), warga Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tidak bisa pulang setelah selama 10 tahun menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Yordania.

"Sudah 10 tahun jadi TKI tidak bisa pulang, bahkan sudah dua bulan ini Sutiah tidak ada kabarnya," kata Tarwen, sang ibu kandung, Selasa (6/3/2018).

Ia mengungkapkan, keluarga terakhir berkomunikasi dengan Sutiah dua bulan lalu. Saat itu Sutiah memberi kabar hendak pulang akhir Januari 2018. Tapi sampai sekarang, dia belum juga pulang.

"Anak saya selalu dijanjikan akan dipulangkan oleh majikannya, namun sampai saat ini belum juga dipulangkan sampai suaminya sudah menikah lagi dengan perempuan lain," ungkapnya.

Ia menceritakan Sutiah direkrut oleh Sanusi alias Wewe, sponsor asal Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, pada 2008. Sutiah diberangkatkan ke Yordania menjadi pembantu rumah tangga di rumah keluarga Sawsan Ali Alderee dan Sharci.

"Berangkat ke Yordania sewaktu anaknya masih berumur dua tahun. Sekarang anaknya sudah kelas VI sekolah dasar," terangnya.

Putri pertamanya, lanjut Tarwen, sebelumnya masih bisa berkomunikasi, walaupun tidak sering, namun sekarang justru sama sekali tidak bisa berkomunikasi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement