Masyarakat, kata dia, bakal tersuguhkan kalau dunia politik sudah menunjukkan tren positif, karena pesta demokrasi tertinggi pun diikuti lebih dari dua pasangan calon.
"Menurut saya, dialog-dialog ini sangat bagus untuk mencairkan dan memberikan alternatif alternatif kepemimpinan. Kami melihatnya positif saja," jelasnya.
Fadli Zon melanjutkan, kondisi politik saat ini masih sangat cair, sehingga segala sesuatu bisa berubah sampai nanti mendekati waktu pendaftaran calon presiden pada 4 Agustus 2018.
Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah komunikasi yang baik agar bisa tercetus sebuah koalisi yang kukuh dan memiliki tujuan sama dalam membangun bangsa Indonesia.
"Ya belum tentu, karena resminya mencalonkan itu kan 4 Agustus. Jadi yang ditulis dalam formulir yang diajukan di KPU (Komisi Pemilihan Umum). Kalau wacana ini namanya dinamika, bukan berarti belum ada dukungan resmi," paparnya.
(Baca: Bila Ada Poros Islam, PPP Akan Ajak untuk Dukung Jokowi)