nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fadli Zon: Kami Akan Diuntungkan Adanya Poros Baru di Pilpres 2019

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 08:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 09 337 1870034 fadli-zon-kami-akan-diuntungkan-adanya-poros-baru-di-pilpres-2019-h0XwU6gqyg.jpg Waketum Partai Gerindra Fadli Zon. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak mengambil pusing langkah Partai Demokrat yang melakukan lobi-lobi dengan parpol lain untuk memunculkan sebuah poros baru dalam menyongsong Pemilihan Presiden 2019.

Ia merasa dengan adanya koalisi anyar itu bakal membawa keberkahan untuk partainya. Fadli mengibaratkan seperti saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Ketika itu poros baru justru menguntungkan calon yang diusung Gerindra pada putaran kedua.

"Ya bisa juga. Dua-duanya bagi Gerindra tidak ada masalah. Hanya ada dua poros atau tiga poros dua-duanya oke dan pasti ada keuntungan serta kerugiannya. Seperti Pilkada DKI, bisa saja dianggap menguntungkan kan," ujarnya, Jumat (9/3/2018).

(Baca: Fadli Zon Sebut Gerindra Pasti Berkoalisi dengan PKS di Pemilu 2019)

Ia menyambut baik bila nanti benar muncul sebuah poros baru dalam pilpres tahun depan. Sebab, hal itu menandakan kalau proses demokrasi di Tanah Air sudah sesuai harapan sebagaimana dahulu diinginkan.

Masyarakat, kata dia, bakal tersuguhkan kalau dunia politik sudah menunjukkan tren positif, karena pesta demokrasi tertinggi pun diikuti lebih dari dua pasangan calon.

"Menurut saya, dialog-dialog ini sangat bagus untuk mencairkan dan memberikan alternatif alternatif kepemimpinan. Kami melihatnya positif saja," jelasnya.

Fadli Zon melanjutkan, kondisi politik saat ini masih sangat cair, sehingga segala sesuatu bisa berubah sampai nanti mendekati waktu pendaftaran calon presiden pada 4 Agustus 2018.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah komunikasi yang baik agar bisa tercetus sebuah koalisi yang kukuh dan memiliki tujuan sama dalam membangun bangsa Indonesia.

"Ya belum tentu, karena resminya mencalonkan itu kan 4 Agustus. Jadi yang ditulis dalam formulir yang diajukan di KPU (Komisi Pemilihan Umum). Kalau wacana ini namanya dinamika, bukan berarti belum ada dukungan resmi," paparnya.

(Baca: Bila Ada Poros Islam, PPP Akan Ajak untuk Dukung Jokowi)

Pihaknya dalam membangun proses koalisi partai pasti akan dilalui dengan sebuah proses yang cukup lama. Sebab, ia ingin membentuk sebuah koalisi yang solid dan berada di posisi sama dalam lima tahun ke depan.

"Kita kan harus tahu dulu maunya apa, visinya apa ke depan, kalau menang bagaimana, apa yang mau dilakukan. Jadi, harus ada chemistry supaya bisa bersenyawa," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, isu kemunculan poros baru di Pilpres 2019 terus berembus. Hal itu untuk memunculkan capres alternatif selain Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Jika koalisi itu memenuhi syarat, didapat tiket untuk mengusung capres, karena memenuhi ambang batas.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini