Share

Polisi Bongkar Penimbunan BBM di Jayapura yang Libatkan Pemain Lama

ant, · Jum'at 09 Maret 2018 00:41 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 340 1870006 polisi-bongkar-penimbunan-bbm-di-jayapura-yang-libatkan-pemain-lama-mCFRzgCR7i.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAYAPURA - Aparat Polres Jayapura Kota berhasil membongkar kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, solar dan minyak tanah. Polisi pun menangkap dua pelaku.

"Penangkapan berawal dari adanya laporan tentang kegiatan penimbunan BBM dan dari hasil penyidikan kemudian ditangkap dua orang pelaku yakni T dan A di dua lokasi berbeda pada Senin 5 Maret 2018 yakni di Distrik Waena dan belakang Taspen Kotaraja," kata Kapolres Jayapura Kota, AKBP Urbinas di Jayapura, Kamis 9 Maret 2018.

Ia mengatakan terungkapnya kasus penimbunan BBM ilegal itu berawal saat anggota mengamankan T beserta mobil grand max warna putih beserta 410 liter solar yang diisi di dalam 11 jirigen ukuran 35 liter dan satu jirigen ukuran 25 liter, 200 liter minyak tanah yang diisi di dalam lima jerigen ukuran 35 liter dan satu jerigen ukuran 25 liter.

"Kemudian dari A yang mengaku membeli dari salah satu SPBU di Arso diamankan satu mobil grandmax beserta 1.050 liter bensin yang diisi di dalam 35 jerigen ukuran 35 liter," kata AKBP Urbinas.

Mantan Kapolres Jayapura itu mengatakan, dari tempat kejadian perkara yang berlokasi di belakang gedung PT Taspen Kotaraja, diamankan satu mobil xenia beserta 770 liter bensin yang berada di dalam 22 jerigen ukuran 35 liter, satu drum berisi solar.

"BBM yang berhasil diamankan sekitar dua ton yang dari pemeriksaan sementara terungkap BBM tersebut dibeli dari salah satu SPBU di Arso dan nantinya akan dijual di Nimbokran, Kabupaten Jayapura," kata AKBP Urbinas. 

Ia menyebutkan, anggota saat ini masih terus mendalami kasus tersebut guna mengetahui siapa pemilik Xenia yang diamankan beserta ratusan liter BBM. Selain itu, salah satu tersangka yang ditangkap merupakan pemain lama dalam kasus BBM ilegal karena pernah ditangkap dan diproses pada tahun 2016 silam.

"Kedua tersangka akan dijerat Pasal 53 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun," pungkasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini