nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Modifikasi Mobil dengan Tangki Tambahan, Bos Kulakan Premium Ditangkap Polisi

Kuntadi, Koran SI · Senin 30 Maret 2020 16:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 30 510 2191307 modifikasi-mobil-dengan-tangki-tambahan-bos-kulakan-premium-ditangkap-polisi-4HOaJSLE3a.jpg Mobil yang dimodifikasi tersangka (foto: Sindo/Kuntadi)

KULONPROGO – Seorang warga Pengasih, Kulonprogo, DSY (30) diamankan petugas Polres Kulonprogo, karena diduga telah menyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pelaku kulakan BBM jenis premium di SPBU, dan dijual kembali kepada konsumen. Agar mendapatkan premium dalam jumlah banyak, dia memodifikasi mobilnya dengan menambah tangki untuk menampung premium.

DSY diamankan di rumahnya pada Sabtu (28/3/2020) lalu. Saat itu petugas mendapatkan informasi jika pelaku membeli premium dalam jumlah banyak untuk dijual kembali melalui warung Pertamini miliknya yang terletak di Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo.

“Pelaku ini membeli BBM subsidi jenis premium untuk dijual lagi,” jelas Kabagops Polres Kulonprogo yang juga plh Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan, Senin (30/3/2020).

Saat membeli, pelaku berpindah-pindah SPBU, dimana yang ada dan menjual premium. Karena hanya dibatasi Rp100 ribu, dia akan beberapa kali keluar masuk SPBU. Saat antri itulah, pelaku memindah premium dari tangki mobil ke tangki tambahan yang sudah didesaian di dalam mobil. Menggunakan saklar, premium ini dipindah ke dalam tangki tambahan.

“Aksi ini sudah dilakukan selama dua bulan,” terangnya.

Premium ini selanjutnya di jual kepada konsumen di Pertamini miliknya yang ada di Sendangsari, Pengasih, Kulonprogo. Premium ini dijual dengan Harga Rp8.500 dari harga kulakan Rp6.500 per liter. pelaku juga menjual pertamax kepada konsumen.

“Pelaku masih berstatus sebagai saksi, dan kita masih lakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Penyidik akan menerapkan Pasal 55 UU 22 tahun 2001 tentang Penyalahgunana pengangkutan dan atau kendaraan niaga minyak yang disubsidi pemerintah dengan ancaman maksimal 6 tahun.

Sementara pelaku kepada petugas mengaku membeli premium karena banyaknya permintaan daor konsumen. Karena SPBU tidak menjual untuk eceran dia terpaksa menggunakan mobil miliknya yang dimodifikasi dengan tangki tambahan. Tangki tambahan ini dibuat sendiri berbekal pendidikan di STM.

“Setiap pembeli selalu saya tanya mau beli kuning (premium) atau biru (pertamax) dengan harga berbeda,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti 11 jeriken berisi premium dan mobil Daihatsu Xenia yang dilengkapi tangki tambahan, berikut selang dan saklar modifikasi untuk memindah BBM.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini