Kecelakaan Kapal dan Tank TNI, Pengamat: Harus Dicek Usia dan Kelaikannya

Chyntia Sami Bhayangkara, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 20:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 12 337 1871698 kecelakaan-kapal-dan-tank-tni-pengamat-harus-dicek-usia-dan-kelaikannya-Zrfu2NWk5g.JPG (Capture video kapal cepat Kodam Jaya tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, Senin (12/3/2018). Foto: Ist)

JAKARTA – Pengamat Militer, Arista Atmadjati mengaku cukup prihatin dengan insiden kecelakaan yang menimpa dua alat transportasi milik TNI dalam waktu yang sangat berdekatan.

Arista mengatakan, sebelumnya sebuah tank jenis M113A1 milik TNI Angkatan Darat tenggelam saat sedang mengangkut sekitar 20 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK Sindurjan Purworejo saat sedang melaksanakan outbond pada Sabtu, 10 Maret 2018.

Dua hari berselang, kecelakaan alat transportasi milik TNI kembali terjadi. Kali ini, Kapal Motor Cepat (KMC) AD-16-05 tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Senin, 12 Maret sekira pukul 11.00 WIB.

"Ini harus dilakukan investigasi lebih lanjut dan hasilnya terbuka untuk umum sesuai janji dari humas TNI. Dengan begitu ada reformasi informasi di TNI," ujar Arista saat dihubungi Okezone, Senin (12/3/2018).

Menurut Arista, untuk insiden tenggelamnya tank di Purworejo dirasa tidak lazim peruntukkannya. Pasalnya, tank tersebut tenggelam saat sedang mengangkut anak-anak PAUD. Dari sisi spesifikasi pun, tank tersebut diketahui merupakan tank yang baru dibeli oleh TNI.

"Ini enggak lazim kok digunakan untuk mengangkut anak PAUD. Secara yang pasti saya belum pernah dengar boleh dipergunakan untuk seperti itu. Kalaupun naik hanya boleh di pabriknya saja atau pameran khusus. Sedangkan ini lokasinya berada di luar teritorial mereka," tutur Arista.

Untuk itu, hasil investigasi penggunaan alat transportasi milik TNI tersebut memang sudah seharusnya dibuka kepada publik. Hal tersebut guna memberikan pencerahan kepada khalayak publik.

(Baca Juga: Kronologi Tank TNI Bawa Anak TK Tenggelam di Sungai Bogowonto)

Sementara itu, untuk kapal yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, Arista mengatakan perlu adanya penelaahan lebih lanjut terkait usia dan kelaikan jalannya.

"Itu kapal tua atau enggak. Harus ditelaah lebih lanjut, kapalnya umurnya berapa tahun dan track record perawatannya seperti apa. Kelaikannya juga, jangan mentang-mentang Pulau Seribu dekat lalu menggampangkan," paparnya.

Arista mengaku, pemerintah memang masih belum memprioritaskan perawatan terhadap alutsista milik TNI baik Angkatan Darat, Laut dan Udara. Padahal, Indonesia digadang-gadang sebagai negara maritim dengan 17.500 kepulauan dan memiliki garis pantai terpanjang di dunia setelah negara Kanada.

(Baca Juga: Kapal TNI AD Tenggelam di Perairan Pulau Seribu)

"Di Indonesia memang banyak alutsista yang sudah lama dan harus diperbaiki. Perhatian pemerintah masih jauh dari ideal karena anggaran pertahanan belum menjadi prioritas. Tapi dengan banyaknya kecelakaan yang terjadi harusnya enggak boleh seperti itu," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini