Ini Pemicu Balita Idap Gizi Buruk di Tangsel

Hambali, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 19:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 338 1872265 ini-pemicu-balita-idap-gizi-buruk-di-tangsel-Zt9MzXxil0.jpg foto: Illustrasi Okezone

TANGSEL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyebutkan, jika penyakit bawaan turut menjadi faktor utama Balita di wilayah itu mengidap gizi buruk.

"Kasus penderita gizi buruk di Tangsel dialami oleh mayoritas anak-anak dengan ekonomi keluarga menengah ke bawah. Umumnya mereka menderita suatu penyakit bawaan," terang Iin Sofiyawati, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Selasa (13/3/2018).

Dijelaskan Iin, rata-rata Balita yang menderita gizi buruk selalu dibarengi dengan penyakit yang diidap sejak lama, seperti penyakit jantung bawaan, TB paru, Down Syndrome dan Cerebal Palsy. Dengan kondisi itu, Penyintas gizi buruk kemungkinan terus mengalami penurunan kesehatan.

"Kalau mengenai penyakit bawaan seperti penyakit jantung, anak biasanya sering sakit atau anemia. Jika ada yang terkena TB Paru, biasanya memang gejala yang dirasakan oleh si anak berat badannya tidak naik-naik," katanya.

 (Baca juga: Sepanjang 2018, 59 Balita di Tangsel Alami Gizi Buruk)

Masih kata dia, gizi buruk yang terjadi tak semata-mata disebabkan faktor asupan gizi, tapi juga karena banyak hal. Diantaranya karena pola asuh oleh orangtua yang dianggap tidak telaten.

"Misalnya, ibu si anak sibuk bekerja, lalu anak dititip ke keluarga, orangtua, atau neneknya. Sehingga pengawasan terhadap asupan makanan bergizi si anak tidak mencukupi," jelasnya lagi.

Meski begitu, dia mengklaim jika penyintas gizi buruk di Kota Tangsel masih lebih sedikit dibanding Kota atau Kabupaten lain di Provinsi Banten. Penanganan atas Balita penderitanya, dilakukan melalui peran kader kesehatan di tingkat Puskesmas, dari jenjang Kelurahan dan Kecamatan yang ada.

"Dibanding Kabupaten-Kota lain di propinsi Banten, Tangerang Selatan paling sedikit kasus gizi buruknya. Harapan kami zero, kami juga menginginkan peran aktif dan dukungan masyarakat," tandasnya.

Data yang diperoleh Dinkes Tangsel, sepanjang awal tahun 2018 tercatat ada sekira 59 Balita yang menderita gizi buruk. Umumnya anak penderita gizi buruk berusia antara 1 sampai 59 bulan. Seluruhnya tersebar dari berbagai Kecamatan, seperti Pamulang, Serpong, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Setu, dan Serpong Utara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini